UJI KINERJA ALAT PENGERING LORONG BERBANTUAN POMPA KALOR UNTUK MENGERINGKAN BIJI KAKAO
Abstract: Indonesia merupakan
produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah negara Pantai Gading dan Ghana.
Sumatera Barat termasuk diantara daerah penghasil kakao terbanyak di Indonesia
dan merupakan sentra pengembangan tanaman kakao untuk Wilayah Barat Indonesia.
Hasil biji kakao kering Sumatera Barat diekspor mempunyai nilai jual yang
rendah jika dibandingkan dengan biji kakao kering yang diekspor negara lain,
hal ini dikarenakan oleh kualitas yang rendah. Penyebab rendahnya kualitas biji
kakao kering yang dihasilkan Sumatera Barat adalah: Biji kakao tidak
difermentasi terlebih dahulu oleh petani sebelum dikeringkan dan juga biji
kakao dikeringkan secara langsung dibawah sinaran matahari. Disamping itu
pengeringan secara langsung dibawah sinaran matahari memerlukan waktu yang
lama. Sebuah alat pengering lorong berbantuan pompa kalor telah dibangun dan
diuji di Institut Teknologi Padang, pada pengujian ini telah dikeringkan biji
kakao yang telah difermentasi sebanyak 50 kg dari kadar air awal 67% basis
basah sehingga kadar air akhir 7,5% basis basah selama tiga hari dengan
rata-rata intensitas matahari 576,8 W/m2, temperatur dan relative humidity
udara di ruang pengering 53,4o C dan 26,9%. Efisiensi rata-rata alat pengering
diperoleh 38%, sedangkan efisiensi maksimum dicapai sebanyak 61%. Waktu
pengeringan alat ini lebih cepat dan kualitas hasil pengeringan lebih baik jika
dibandingkan dengan mengeringkan secara langsung di bawah sinaran matahari.
Penulis: M Yahya
Kode Jurnal: jptmesindd130302