PREVALENSI KELUHAN SUBYEKTIF ATAU KELELAHAN KARENA SIKAP KERJA YANG TIDAK ERGONOMIS PADA PENGRAJIN PERAK
Abstrak: Proses produksi industri
kecil kerajinan perak dikerjakan secara konvensional dan akan lancar apabila
didukung oleh sumber daya manusia sebagai pengrajin yang berkualitas. Hal ini
ditentukan oleh beberapa kriteria antara lain
kesehatan dan kebugaran para pengrajin, organisasi dan sistem kerja termasuk waktu istirahat, sikap
kerja yang alamiah, lingkungan kerja
yang baik.
Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui aktivitas
kerja pengrajin perak wanita industri
kecil kerajinan perak di Desa Singapadu
Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Secara khusus mengetahui seberapa
jauh pengaruh sikap kerja yang tidak ergonomis terhadap kelelahan pengrajin
perak wanita, sedangkan hasil/temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai
kajian ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya dan secara khusus dapat
dimanfaatkan sebagai masukan bagi para pengrajin dan pemilik usaha untuk
memahami lebih dalam tentang respon fisiologis terhadap sikap kerja yang tidak ergonomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan yang dinilai dengan keluhan
subyektif yang terjadi pada pengrajin
perak wanita dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu : a. Pelemahan kegiatan dengan presentasi yang tinggi pada lelah
seluruh tubuh (66,7%); kaki berat (40%);
mata berair (60%) dan mau berbaring (66,7%) b. Pelemahan motivasi dengan presentasi tinggi pada tak dapat
konsentrasi (66,8%) c. Kelelahan fisik ,
dengan presntasi tinggi pada kekakuan di bahu ( 66,7%); merasa nyeri di belakang kepala (46,7%) ; spasme kelopak mata (56,7%) dan nyeri di punggung (66,7%).
Penyebab dari keluhan subyektif ini adalah sikap kerja yang kurang
alamiah dan intensitas lingkungan kerja yang kurang memadai. Keluhan subyektif
tadi karena adanya baik kelelahan umum maupun kelelahan lokal.
Penulis: Joko Susetyo, Titin
Isna Oes, Suyasning Hastiko Indonesiani
Kode Jurnal: jptindustridd080007