PERBAIKAN PADA FISHBONE DIAGRAM SEBAGAI ROOT CAUSE ANALYSIS TOOL
ABSTRAK: Diagram Fishbone
(tulang ikan), atau
biasa pula disebut
ishikawa diagram ataupun
cause effect diagram, adalah
salah satu dari
root cause analysis
tools yang paling
populer di kalangan
praktisi industri untuk melakukan
quality improvement mendasarkan
pada usaha mengenali
akar penyebab terjadinya
variasi pada quality characteristics tertentu
yang ingin dicapai.
Meski telah banyak
dipakai di dunia
industri, disayangkan tool ini
menderita kelemahan karena
tidak memfasilitasi analisa
korelasi antar potential
root causes dari masing-masing
kategori yang ada
(5M1E - man
machine method measurement
material environment),
selain tentu saja
penyajian datanya yang
hanya kualitatif. Kelemahan
ini diyakini menjadi kontributor utama
penyebab kegagalan fishbone
diagram dalam mengenali
root causes yang
berupa sumber variasi common
cause dan hanya mampu mengenali yang berasal dari sumber variasi special cause.
Bertolak belakang dengan karakteristik
special cause variations,
common cause variations
adalah variasi yang
terjadi pada quality characteristics tertentu
yang ingin dicapai
di mana kemunculannya
tidak mudah teridentifikasi dan jikapun
berhasil dikenali akan
sulit dihilangkan karena
sifatnya yang seolah
adalah merupakan bagian dari sistem (embedded in a system),
cenderung berakar penyebab berupa soft factors serta kemunculannya yang tidak
random namun tersamar dalam pola tertentu.
Penelitian ini bertujuan
melakukan improvement pada
kelemahan yang terdapat
di fishbone diagram dengan mengadopsi
kelebihan yang dimiliki
oleh bayesian network
agar mampu mengenali
root causes yang merupakan common
cause variations. Kelebihan
bayesian network mengatasi
kekurangan fishbone diagram, demikian pula sebaliknya. Oleh
karena itu, analisa dilakukan terhadap fishbone diagram dan bayesian network untuk
mengenali characteristics dan kelebihan/kekurangannya. Hasil dari analisa
tersebut mengarahkan pada sifat-sifat
komplementer dari keduanya
yang diyakini mampu
mengisi gap pada
fishbone diagram. Mendasarkan
padanya, dikembangkan sebuah model untuk mengintegrasikan konsep serta sifat
komplementer yang dimiliki bayesian
network dan fishbone
diagram. Model ini
merepresentasikan metodologi baru
dalam root cause analysis,
bayes-fishbone. Metodologi yang
dikembangkan ini kemudian
diujikan ke sebuah
case study company untuk melihat applicability-nya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metodologi bayes-fishbone
yang dikembangkan terbukti telah valid mampu merepresentasikan kondisi
probabilitas produk cacat sebenarnya pada case study company dengan prosentase
perbedaan nilai yang ditunjukkan antara model yang dikembangkan dengan kondisi
aktual yang besarnya tidak
signifikan yaitu kurang
dari 1 %
(0,9597%). Dengan menerapkan
metode contructive research approach,
terbukti pula bahwa
metodologi bayes-fishbone berhasil
lolos weak-market test
yang menunjukkan bahwa metodologi yang dikembangkan applicable pada case
study company atau perusahaan lain yang sejenis characteristics dan production
process-nya.
Penulis: Hari Agung Yuniarto, Annisa
Dewi Akbari, Nur Aini Masruroh
Kode Jurnal: jptindustridd130015