PERANCANGAN TAS PUNGGUNG LAPTOP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA HOME INDUSTRI LANGON KOTA TEGAL
ABSTRAK: Salah satu
home industri yang
belum banyak berkembang
di Indonesia adalah
industri pembuatan tas. Sampai
saat ini home
industri pembuatan tas
ini belum mempunyai
standart kualitas produk sehingga banyak terjadi keluhan dari konsumen
terhadap hasil produk. Dari hasil survey awal
yang dilakukan terhadap 20 responden pada home industri pembuatan tas di
tegal ditemukan bahwa 60% banyak pelanggan yang mengeluhkan tentang bahan yang
tidak kuat atau cepat rusak serta tampilan yang kurang sesuai perkembangan
jaman.. Salah satu home industripembuatan tas
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
home industri pembuatan
tas yang berada di
wilayah langon Kota
Tegal. Berdasarkan studi
awal diatas muncul
suatu ide untuk mengimplementasikan dalam suatu
prototype pada tas punggung laptop
berdasarkan keinginan pengguna.
Tujuan dari penelitian ini
adalah mengetahui rancangan tas punggung
laptop dengan memperhatikan
atribut-atribut yang berkaitan
langsung dengan kebutuhan
dan kepuasaanpelanggan produk tas, mengetahui tingkat kepentingan
dan kepuasan dari
masing-masing atribut rancangan
tas, mengetahui prioritas
atribut yang harus
dikembangkan. Metode penelitian
yang dugunakan adalah dengan menggunakan metode Quality Function Deployment terdiri dari
empat tahap, yaitu matrik
perencanaan produk, matrik
pengembangan desain, matrik
perencanaan proses, dan matrik perencanaan produksi. Hasil dari
penelitian ini adalah terdapat 10 atribut yang menjadi kebutuhan
pelanggan tas laptop
yaitu: Estetika, Ergonomis,
Multi fungsi, Mudah dibawa, Varian lebih dari satu, Mampu
membawa beban banyak, Harga terjangkau, Kuat, Bahan tas ramah
lingkungan, dan Awet.
Terdapat 2 atribut
yang atribut yang
mempunyai nilai kepentingan paling
tinggi guna memperbaiki
kualitas produk yaitu:
(1) Ergonomis dan
(2) Estetika. Terdapat beberapa
prioritas dalam perancangan
produk tas laptop
yaitu Varian lebih dari satu dan Bahan tas ramah
lingkungan untuk nilai action diatas dapat diketahui bahwa atribut dengan
kategori A berarti pesaing sangat jauh
didepan, perusahaan semata-mata tertarik
untuk mengembangkan ide produk
pesaing ke produk
tas laptop sedangkan
kategori B adalahErgonomis, Kuat,
dan Awet Item
membutuhkan sumberdaya yang
lebih seperti teknologi, inovasi dan skil. Konsep harus
dikembangkan dan dievaluasi untuk menemukan konsep te rbaik. Produk pesaing
bias digunakan sebagai
referensi karena produk
pesaing lebih ideal
dibanding produk tas laptop
Penulis: Saufik Luthfianto,
Siswiyanti
Kode Jurnal: jptmesindd130237