PENERAPAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA SISTEM PENGUKURAN KINERJA DI KEBUN SIDAMANIK PEMATANG SIANTAR
Abstract: Kinerja merupakan
kemampuan yang dimiliki dalam menerapkan strategi secara efektif untuk memastikan tujuan yang ingin dicapai
perusahaan dapat diwujudkan. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, perusahaan
haruslah meningkatkan kinerja dari periode ke periode berikutnya. Kebun
Sidamanik Pematang Siantar PTP Nusantara IV (Persero) merupakan salah satu
perusahaan yang bergerak dibidang industri yang menghasilkan teh yang
dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri. Seiring dengan persaingan dalam
dunia industri yang semakin ketat, Kebun
Sidamanik Pematang Siantar PTP IV (Persero) harus berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan agar perusahaannya
dapat bertahan. Untuk itu diperlukan sebuah pengukuran kinerja yang dapat
mendukung perusahaan dalam meningkatkan kinerja tersebut. Maka diperlukan suatu
pengukuran kinerja yang lebih baik
sehinga dapat diketahui maju mundurnya perusahaan tersebut. Pada penelitian
ini, dilakukan pengukuran kinerja di Kebun Sidamanik Pematang Siantar PTP IV
(Persero), untuk mengetahui besarnya (%) kinerja perusahaan, sehingga dapat
dirumuskan kebijakan/strategi dalam mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai
tujuan perusahaan. Diperlukan strategi objektif dalam pengukuran kinerja.
Balance Scorecard merupakan suatu kerangka kerja yang dibutuhkan untuk
menurunkan strategi perusahaan. Pemecahan masalah dalam perhitungan besarnya
kinerja (%) menggunakan metode Analytic
Network Procces (ANP). Metode ANP yaitu suatu metode pengukuran kinerja
yang memperhatikan saling keterkaitan antara strategi objektif objektif yang
satu dengan yang lain. Kebun Sidamanik Pematang Siantar PTP IV (Persero)
memiliki empat perspektif yang masing-masing memiliki kinerja sebagai berikut finansial (27.1%), pelanggan (46.4%),
proses bisnis internal (9%) serta pertumbuhan dan pembelajaran (17.6%).
Besarnya kinerja dari masing-masing strategi objektif di kebun Sidamanik
Pematang Siantar PTP Nusantara IV
(Persero) yaitu bisnis growth (4.9%), profitabilitas (6.4%), solvabilitas
(4.3%), biaya operasional (5.5%),
pendapatan operasi (4.7%), kepuasan pelanggan (6.8%), peningkatan jumlah pelanggan (7.9%), karakteristik produk (7.8%), kemajuan teknologi (4.1%),
ramah lingkungan (5.9%), maintenance (5.8%), peningkatan K3 (5.6%),
optimalisasi penjualan (4.5%), jumlah tenaga kerja ahli (3.6%), performance
appraisal (6.2%), pelatihan
teknologi informasi (4.7%),
sistem informasi (7.4) dan inovasi (4%).
Penulis: Juliza Hidayati
Kode Jurnal: jptindustridd120047