PEMODELAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK BARANG JADI TEKSTIL BERDASARKAN PENDEKATAN SIMULASI SISTEM DINAMIK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR
Abstract: Pertumbuhan Industri
Kecil Menengah (IKM) hingga saat ini terus meningkat, berdasarkan data dari
Departemen Perindustrian (2004) dinyatakan jumlah IKM pada tahun 2002 adalah
2,55 juta unit usaha dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 3 juta unit usaha.
Berarti telah terjadi laju pertumbuhan IKM sebesar 15% pertahun. Sehingga hal
ini menunjukkan tingginya persaingan yang terjadi di antara IKM. Kemampuan IKM
dalam persaingan di dunia industri tidak terlepas dari kemampuan penerapan strategi pemasaran yang
digunakan. Strategi pemasaran merupakan
salah satu kunci keberhasilan IKM dalam meningkatkan jumlah penjualan
produknya. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004) diketahui
bahwa IKM produk barang jadi tekstil
memiliki laju pertumbuhan ekspor
tertinggi, yaitu sebesar 23,49% pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa IKM produk barang jadi tekstil merupakan suatu
industri yang potensial untuk terus dijaga keberlangsungan hidupnya. Akan
tetapi yang menjadi permasalahan IKM produk
barang jadi tekstil adalah lemahnya kekontinyuan keberadaan industri
tersebut. Beberapa industri yang muncul
tidak mempunyai siklus hidup bisnis yang lama, salah satu faktor penyebabnya
adalah ketidak mampuan IKM dalam meningkatkan
penjualan karena lemahnya strategi pemasaran. Berdasarkan hal-hal
tersebut diatas, maka penelitian tentang pemodelan strategi pemasaran untuk IKM
sangat penting untuk dilakukan. Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan
kebijakan strategi pemasaran produk barang jadi tekstil Industri
Kecil Menengah di Kota Bogor
berdasarkan pendekatan simulasi
sistem dinamik yang dibantu oleh perangkat lunak Power Simulation. Pengolahan
data dilakukan dengan memetakan posisi IKM
dengan menggunakan pendekatan Matriks BCG (Boston Consulting Group)
dimana posisi IKM sebagai obyek penelitian tersebut akan terpetakan kedalam
posisi Bintang (Star), Sapi Perah
(Cash Cow), Tanda tanya (Question Mark)
dan Anjing (Dogs). Sebelumnya,
perusahaan IKM akan ditentukan prioritasnya sebagai perusahaan yang akan
dijadikan obyek penelitian dengan menggunakan pendekatan Fuzzy Analytical
Hierarchy Process (AHP) Kemudian dilakukan formulasi strategi pemasaran yang sesuai dengan posisi industri
dapat ditentukan dengan menggunakan
strategi Bauran Pemasaran yang
dikembangkan oleh Phillip Kotler.
Setelah ditetapkan masing-masing formulasi strategi bauran pemasarannya,
maka langkah selanjutnya adalah memodelkan strategi pemasarannya dengan
menggunakan simulasi sistem dinamis yang dikembangkan oleh Forrester, dan
beberapa referensi yang diambil dari business dynamic oleh John F. Sterman, dan membuat beberapa alternatif
kebijakan strategi pemasaran. Kemudian pemilihan kebijakan strategi pemasaran
terbaik, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Penulis: Nunung Nurhasanah,
Siti Nur Fadlilah A
Kode Jurnal: jptindustridd120044