MODEL SIMULASI PENGALOKASIAN JUMLAH MONTIR PERAWATAN MESIN DI PT. ISTW SEMARANG
Abstract: Untuk meningkatkan
performansi sistem produksi maka diperlukan adanya sistem perawatan yang baik
untuk mesin-mesin produksi. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan mesin
pada saat proses produksi berlangsung dapat ditekan seminimal mungkin.
Perawatan dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu perawatan jenis preventive dan perawatan
korektif. Perawatan preventive dilakukan secara berkala untuk memperpanjang
umur mesin dan juga untuk mencegah terjadinya breakdown pada mesin produksi
pada saat sedang digunakan. Sedangkan perawatan korektif dilakukan hanya pada
saat mesin produksi mengalami kerusakan. Dalam kenyataannya, terkadang mesin
produksi tetap akan mengalami breakdown pada saat proses produksi berlangsung
meskipun telah dilakukan perawatan preventive pada mesin tersebut. Untuk
kerusakan seperti itu diperlukan penanganan secepatnya agar proses produksi
tidak terhenti terlalu. Peran montir sangat penting untuk menangani breakdown
mesin. Dengan adanya sistem perbaikan yang baik maka mesin produksi dapat
segera diperbaiki dan kerugian karena kerusakan mesin dapat dikurangi.
Penelitian ini menyajikan suatu model simulasi yang menggambarkan
beberapa sistem penugasan montir. Cara yang pertama adalah penugasan montir
tanpa memperhatikan prioritas kerusakan dan jumlah yang dialokasikan sama untuk
setiap kerusakan. cara kedua adalah,penugasan montir dengan memperhatikan
prioritas kerusakan dan jumlah alokasi montir sama untuk setiap kerusakan. Cara
ketiga adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan
alokasi montir yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang akan
diperbaiki.Dari analisa output didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan cara
penugasan montir yang pertama didapatkan
hasil jumlah pipa baja yang dihasilkan adalah 343.308 batang pipa. Dengan cara
penugasan yang kedua didapatkan hasil sebanyak 345.614 batang pipa. Dan dengan
cara penugasan yang ketiga hasil yang didapatkan adalah 353.263 batang pipa
baja.
Penulis: Singgih Saptadi,
Zainal Fanani, Bambang Kurniawan
Kode Jurnal: jptindustridd060031