KAJIAN SOUNDSCAPE KOMPLEKS GEREJA KATEDRAL BANDUNG
ABSTRACT: Dalam mengalami,
disamping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengar bentuk
dan melihat bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat
melihat ruang (spatiality). Meskipun bahasa bunyi dan bahasa arsitektur
berbeda, namun keduanya memiliki motif yang sama, yaitu sama-sama membutuhkan
pengayaan panca indera yang lengkap sehingga menghadirkan tingkat keestetisan
yang tinggi. . Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi
setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada ‘bunyi’ dalam setiap
komposisi arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi
persepsi subjektif. Melalui pendekatan soundscape penelitian berusaha membentang
bunyi dan untuk menghadirkan pemandangan akustik lingkungan yang berkualitas.
Makin berkualitas soundscape yang dibentuk maka arsitektur yang diciptakan akan
baik secara pengalamannya (visual maupun audial). Kompleks Gereja Katedral yang
telah memiliki ekspresi visual yang sangat baik ternyata “gaduh”, melalui
penelitian ini yang dilakukan melalui studi literatur, observasi audial dan
visual lapangan, analisis pendekatan soundscape maka didapat beberapa kondisi
fakta yang terungkap.
Elemen-elemen soundscape yang didapat dapat memperkuat dan menhidupakan
konstruksi ruang arsitektural. Tujuan utama dari penelitian ini membuka jendela
untuk peneliti bidang arsitektur untuk menggali keterkaitan antara soundscape
dan arsitektur, sehingga diharapkan ditemukan kegunaan yang bermanfaat bagi
pendekatan perancangan yang efektif dengan mengkonsentrasikan pada sosok audial
lingkungan. Dan dapat diyakini bahwa tidak ada ruang arsitektur yang dirusak
oleh keberadaan suara lingkungan, dan telinga kita tidak akan dibutakan.
Penulis: Roni Sugiarto
Kode Jurnal: jptindustridd130106