INTEGRASI KEBIJAKAN PERSEDIAAN-TRANSPORTASI (PENGIRIMAN LANGSUNG DAN BERBAGI) DI SISTEM RANTAI PASOK 4-ESELON
Abstract: Koordinasi antar
pabrik, distributor dan pengecer merupakan kunci keberhasilan dalam sistem
rantai pasok. Koordinasi diperlukan saat pendistribusian produk (pengaturan
persediaan dan transportasi) dari satu eselon ke eselon di bawahnya. Kebijakan
transportasi mempengaruhi kebijakan persediaan dan sebaliknya oleh karena itu
kedua kebijakan tersebut seharusnya ditetapkan secara terintegrasi. Paper ini
mengembangkan model integrasi kebijakan persediaan-transportasi di sistem
rantai pasok 4-eselon yang terdiri dari sebuah pabrik dengan proses produksi
kontinu, sebuah gudang penyangga, multi distributor dan multi pengecer. Model
ini mempertimbangkan permintaan yang bergantung pada waktu, pengiriman langsung
di pabrik dan gudang penyangga serta pengiriman langsung dan berbagi di
distributor. Paper ini menetapkan kebijakan produksi di pabrik, kebijakan
pemesanan di gudang penyangga, distributor dan pengecer serta kebijakan
transportasi di pabrik, gudang penyangga dan distributor untuk meminimumkan
ongkos sistem. Ongkos sistem terdiri atas ongkos total di pabrik, gudang
penyangga, distributor dan pengecer. Model yang dikembangkan termasuk dalam
kategori NP-hard sehingga dikembangkan metode solusi yang berbasis pada
algoritma genetika. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil algoritma genetika
menyatakan bahwa ongkos total sistem lebih kecil secara statistik jika
pengiriman langsung dan berbagi dipergunakan di distributor dibandingkan hanya
menggunakan pengiriman langsung.
Penulis: Amelia Santoso,
Senator Nur Bahagia, Suprayogi, Dwiwahju Sasongko
Kode Jurnal: jptindustridd090044