ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROL BANDARA XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX
Abstract: ATC (Air Traffic
Control) merupakan pemandu lalu lintas udara yang menjadi rekan terdekat
penerbang. Penelitian ini dilakukan di ATC Bandara XYZ yang sudah menjadi
bandara berskala internasional yang membuat terjadinya kompleksitas lalu lintas
udara baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri sehingga tugas bagian ATC
menjadi sangat sibuk. Operator ATC diharuskan mempunyai kecepatan dan ketepatan
untuk mengolah informasi yang diperoleh dalam membuat keputusan yang tepat agar
tidak terjadi kecelakaan. Persentase perkiraan penyebab kecelakaan transportasi
udara di Indonesia adalah 60,71 % disebabkan oleh faktor manusia. Informasi
tentang kecelakaan pesawat udara yang disebabkan oleh human error khususnya
operator bagian ATC telah terjadi di Indonesia khususnya di Bandara XYZ yang
disebabkan kesalahmengertian komunikasi antara ATC dengan pilot. Penelitian ini
bertujuan untuk menghitung nilai beban kerja yang dirasakan operator ATC
khususnya bagian APP dan ACC. Pengukuran beban kerja secara subjektif yang
digunakan adalah NASA-TLX yang terdiri dari
enam dimensi ukuran beban kerja, yaitu mental demand, physical demand,
temporal demand, performance, effort, dan frustation level. Berdasarkan hasil
pengolahan yang dilakukan diperoleh 4 orang operator menilai beban kerja yang
dirasakan optimal load (skor antara 40 sampai 60) sedangkan sisanya 8 orang
operator menilai beban kerja yang dirasakan overload (di atas 60) dan dari
operator ACC terdapat 4 orang operator yang merasakan optimal load dan sisanya
12 orang operator merasakan overload. Dari hasil uji pasti Fisher-Irwin
diperoleh bahwa beban kerja operator APP independent terhadap pembagian shift
kerja dan beban kerja operator ACC dependent terhadap pembagian shift kerja.
Penulis: Jerry Budiman,
Sugiharto Pujangkoro, Anizar M. Kes
Kode Jurnal: jptindustridd130295