ALAT PENGERING HASIL - HASIL PERTANIAN UNTUK DAERAH PEDESAAN DI SUMATERA BARAT
Abstract: Provinsi Sumatera
Barat memiliki luas wilayah cukup besar yaitu sekitar 42.297,30 Km2 (4.297.300
ha), termasuk 375 buah pulau besar dan kecil. Mata pencaharian sebagian besar
warga di Provinsi ini adalah sebagai pertani, buruh perkebunan dan nelayan.
Diantara hasil dari sektor pertanian/ perkebunan dan perikanan adalah padi,
kakao /coklat, kelapa, pisang, kopi, teh, kayu, rotan, karet, dan lain-lain)
sementara itu hasil dari sektor perikanan adalah ikan, udang dan lain-lain.
Para petani di daerah-daerah terpencil atau pedesaan di Sumatera Barat masih
mengeringkan hasil-hasil pertaniannya dengan menggunakan metoda pengeringan
tradisional yaitu penjemuran secara langsung di bawah sinaran matahari, karena
tidak dapat menggunakan alat pengering nonkovensional yaitu alat pengering yang
bersumberkan energi listrik dari PT PLN (Persero), sebab daerah mereka belum
dijangkau aliran listrik. Pengeringan tradisional memerlukan waktu yang lama
serta menghasilkan kualitas rendah. Tujuan penelitian adalah menciptakan dan
menguji alat pengering hasil-hasil pertanian (biji kakao/coklat) yang
bersumberkan energi surya, serta membandingkannya dengan metoda tradisional.
Efisiensi termal alat pengering maksimum, minimum dan rata-rata, masing-masing
diperoleh adalah : 59%, 19%, dan 34%, sedangkan intensitas matahari maksimum,
minimum dan rata-rata yang diterima alat pengering, masing-masing adalah: 937
Watt/m2, 395 Watt/m2, dan 687 Watt/m2. Pada alat pengering, dengan kapasitas 48
kg biji kakao dan kadar air awal 66% untuk mencapai kadar air akhir 6%
dibutuhkan waktu empat hari (18 Jam). Sedangkan menggunakan metoda tradisional,
untuk waktu yang sama (18 jam) kadar air akhir hanya dapat dicapai 20%. Dari
hasil pengujian dapat disimpulkan: Efisiensi termal alat pengering berbanding
terbalik dengan intensitas matahari dan berbanding lurus dengan laju penguapan
air bahan. Alat pengering ini lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan
metoda tradisional karena waktu pengeringan singkat.
Penulis: M Yahya
Kode Jurnal: jptmesindd130295