TINJAUAN KEKUATAN DINDING PANEL BERTULANGAN BAMBU DENGAN BAHAN TAMBAH ABU BATU BARA (FLY ASH), GYPSUM DAN LEM BETON
ABTRAKSI: Dinding Panel adalah
salah satu hasil dari perkembangan
teknologi di bidang beton pra cetak. Dinding pracetak bukanlah suatu
elemen struktural, yang mana dalam pemakaiannya diupayakan memiliki berat yang
relatif ringan sehingga tidak memberikan beban yang berlebihan bagi struktur
bangunan. Baja merupakan produk bahan
tambang yang suatu saat keberadaannya akan habis. Untuk mengatasi problem
tersebut, sebagai alternatif pengganti baja dicoba penggunaan bambu sebagai
tulangan yang mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, murah serta banyak
tersedia. Penelitian yang dilakukan sekarang adalah mencari komposisi campuran
mortar yang memiliki kuat tekan terbesar. Kemudian komposisi campuran mortar
dengan kuat tekan terbesar dikombinasikan dengan beberapa variasi bahan tambah.
Variasi yang dibuat antara lain mortar yang diberi bahan tambah abu terbang
(fly ash) sisa pembakaran batu bara, mortar dengan bahan tambah abu terbang (fly
ash) dan lem beton serta mortar dengan bahan tambah abu terbang (fly ash) dan
gypsum. Prosentase bahan tambah abu terbang (fly ash) 12,5% terhadap berat
semen, sedangkan lem beton dan
gypsum adalah 0%, 5%, 7%, 9%
terhadap berat semen. Dari beberapa variasi campuran mortar tersebut akan diteliti campuran mana yang terbaik
untuk dibuat sebagai dinding panel. Setelah diperoleh campuran terbaik maka
campuran mortar tersebut dikombinasikan dengan tulangan berupa bambu apus/tali
(Gigantochloa apus Kurtz) untuk dibuat dinding panel, yang bertujuan untuk
meningkatkan tegangan lentur dinding panel tersebut. Tulangan yang digunakan
ada 2 variasi bentuk, yaitu berbentuk anyaman susun dan anyaman silang. Berdasarkan
hasil penelitian diperoleh komposisi campuran terbaik yaitu 1 semen : 5 pasir,
dengan diperoleh kuat tekan pada usia 28 hari sebesar 10,690 MPa. Setelah
diberi berbagai macam variasi bahan tambah, diperoleh bahan tambah abu terbang (fly
ash) 12,5% yang dapat meningkatkan kuat tekan mortar menjadi 14,815 MPa, pada
usia 28 hari. Terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 38,59% terhadap mortar murni.
Kemudian dari mortar dengan bahan tambah dikombinasikan dengan tulangan bambu
untuk dibuat dinding panel. Dengan 2 macam variasi tulangan, yaitu anyaman
susun dan anyaman silang. Dari pengujian diperoleh nilai tegangan lentur
sebesar 619831,80 kg/m2 untuk dinding panel dengan bentuk tulangan
susun, dan 494164,77 kg/m2 untuk dinding panel dengan bentuk
tulangan anyam.
Penulis: Suhendro Trinugroho
dan Shafan Abdul Aziiz
Kode Jurnal: jptsipildd120123