TINJAUAN KEKUATAN DAN KARAKTERISTIK BATA MERAH YANG TERBUAT DARI LIMBAH LUMPUR LAPINDO SIDOARJO
ABSTRAKSI: secara visual,
lumpur Lapindo Sidoarjo memiliki bentuk fisik yang hampir sama dengan lumpur
pada umumnya. Oleh karena itu, sangat
memungkinkan Lumpur Sidoharjo dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan
bata merah. Bata merah adalah salah satu komponen bahan bangunan yang dibuat
dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, kemudian dibakar dengan
suhu yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa
besar kuat lentur, kuat tekan, kuat geser dan keausan dari bata merah yang
dibuat dari lumpur Lapindo. Benda uji bata merah dibuat dengan ukuran 240 mm x
115 mm x 52 mm dengan 6 variasi campuran, dengan jumlah keseluruhan 100 benda
uji. Dari penelitian diperoleh hasil yaitu, kuat lentur rata-rata terbesar
diperoleh pada variasi campuran 80% lumpur, 15% ladu pasir dan kulit padi 5%
(L80-S15-D5) yaitu sebesar 1,240 MPa lebih besar dari bata normal yaitu 1,002 MPa. Kuat tekan
rata-rata bata merah terbesar diperoleh pada variasi campuran 100% lumpur
(L100), yaitu sebesar 6,956 MPa, nilai ini hampir sama dengan kuat tekan bata
merah yang ada di pasaran, yaitu sebesar 6,900 MPa, sehingga termasuk bata
merah kualitas tingkat III. Kuat geser
rata-rata bata merah terbesar diperoleh pada variasi campuran 70% lumpur dan 30
% padi (L70-S30), yaitu sebesar 0,030 MPa, nilai ini lebih besar dari kuat
geser bata merah yang ada di pasaran,
yaitu sebesar 0,0164 MPa.. Keausan bata merah pada variasi campuran 100% lumpur
(L100) sebesar 28,3 %, nilai ini lebih tinggi dari keausan bata merah yang
tersedia di pasaran, yaitu sebesar 45,4 %.
Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penambahan
pasir dan kulit padi berdampak signifikan terhadap kenaikan kuat lentur dan
kuat geser bata merah, namun juga sebaliknya berdampak signifikan terhadap
penurunan kuat tekan bata merah.
Penulis: Abdul Rochman, dan
Sri Hudi
Kode Jurnal: jptsipildd120108