Studi Daya Dukung Tanah Lempung Plastisitas Rendah Yang Distabilisasi Menggunakan TX-300 Sebagai Lapisan Subgrade
Abstrak: Tanah merupakan
material yang berfungsi sebagai penyokong dasar suatu konstruksi, baik itu
konstruksi gedung, jembatan maupun jalan. Setiap daerah memiliki sifat tanah
yang berbeda dengan daerah lainnya, ada yang mempunyai daya dukung baik dan
adapula yang buruk. Untuk memperbaiki sifat tanah yang dapat mengakibatkan daya
dukung menjadi buruk, maka diperlukan perbaikan tanah dengan metode
stabilisasi. Usaha stabilisasi yang banyak dilakukan adalah stabilisasi dengan
bahan tambahan. Pada penelitian ini menggunakan bahan additif kimia yaitu
TX-300 yang diharapkan mampu memperbaiki sifat tanah sehingga pada lapisan
tanah tersebut layak didirikan suatu konstruksi.
Sampel tanah yang di uji pada penelitian ini yaitu tanah lempung
plastisitas rendah yang berasal dari daerah Karang Anyar, Lampung Selatan.
Variasi kadar campuran yang digunakan yaitu 0,8 ml; 1,1 ml; 1,4 ml dan 1,7 ml;
dengan dilakukan waktu pemeraman yang sama selama 7 hari dan perendaman selama
4 hari. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli, AASHTO
mengklasifikasikan sampel tanah pada kelompok A-6 (tanah berlempung), sedangkan
USCS mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk
kedalam kelompok CL.
Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa bahan stabilisasi
TX-300 dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung plastisitas
rendah. Pada pengujian fisik seperti berat jenis mengalami penurunan dan
batas-batas Atterberg mengalami kenaikan setelah distabilisasi. Sementara pada
pengujian mekanik, campuran TX-300 dapat meningkatkan daya dukung tanah
tersebut. Dari hasil pengujian CBR rendaman atau tanpa rendaman, tanah yang
distabilisasi dengan bahan stabilisasi TX-300 pada kadar optimum dapat
digunakan sebagai tanah dasar pada konstruksi jalan dikarenakan nilai CBRnya =
6 %.
Penulis: Erwan Syafri,
Muhammad Jafri, Lusmeilia Afriani
Kode Jurnal: jptsipildd120007