RESPON POLYMERIC FOAM YANG DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN TEKAN STATIK DAN IMPAK (SIMULASI NUMERIK)

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menyelidiki  respon  polymeric  foam  yang  diperkuat  serat  TKKS akibat  beban  tekan  statik  dan  dinamik  melalui  eksperimen  dan  simulasi  numerik. Respon  yangakan  diamati  adalah  tegangan  maksimum,  kekuatan  retak/patah,  serta  distribusi  tegangan. Karakteristik  material  berupa  modulus  elastisitias  dan  analisa  kerusakan  akan  diselidiki  dalam penelitian ini. Secara eksperimen, respon dan karakteristik beberapa material, yaitu: resin termoset, polyurethane, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akan diamati melalui uji tekan  statik aksial.  Secara  numerik,  respon  polymeric  foam  yng  diperkuat  serat  TKKS  yang  akan  diselidiki adalah  distribusi  tegangan  dari  beberapa  jenis  pembebanan,  yaitu:  tekan  statik  aksial,  tekan bending, dan tekan impak  Split Hopkinson Pressure Bar (SHPB).  Spesimen uji tekan statik aksial dibuat berdasarkan standar ASTM D-1621-00. Spesimen uji polymeric foam terdiri dari beberapa material penyusun dengan persentase massa yang berbeda, yaitu: 60 % resin jenis 157 BQTN Ex Series sebanyak, 20% polyurethane, 5% serat TKKS yang dihaluskan, serta 5% katalis methyl ethyl keton  proxide  (MEKPO).  Spesimen  uji  dieksekusi  menggunakan  alat  uji  Shimadzu  Servopulser. Analisa numerik melalui simulasi komputer menggunakan software berbasis metode elemen hingga (MEH)  yaitu  ANSYS  Rel.  5.4  untuk  simulasi  tekan  statik  aksial  dan  bending  sedangkan MSC/NASTRAN  Rel.  4.5  untuk  simulasi  impak  tekan  SHPB.  Dari  hasil  uji  tekan  statik  aksial diperoleh  nilai  modulus  elastisitas  resin  sebesar  118,78  MPa,  polyurethane  0,18  MPa,  dan polymeric  foam  yang  diperkuat  serat  TKKS  sebesar  17,22.  Tegangan  maksimum  yang  direspon oleh resin adalah 0,582 MPa, polyurethane 0,0044 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS  sebesar  0,106  MPa.  Nilai  kekuatan  retak  terhadap  masing-masing  spesimen  uji  juga berbeda, kekuatan retak resin adalah 1,18 MPa, polyurethane sebesar 0,075 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,133  MPa. Kegagalan resin  akibat beban tekan statik aksial ditandai dengan perbesaran ukuran penampang lateral (barreling), kerusakan polyurethane ditandai  dengan  terbentuknya  lipatan-lipatan  permanen  di  dinding  spesimen  yang  menunjukkan respon  plastis  sempurna,  dan  kegagalan  polymeric  foam  yang  diperkuat  serat  TKKS  ditandai dengan  pembesaran  rongga-rongga  yang  acak.  Berdasarkan  hasil  simulasi  numerik  diperoleh tegangan  Von Mises maksimum terhadap  polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban statik aksial sebesar 0,186  MPa sedangkan tegangan maksimum  Von Mises akibat bending statik nilainya   jauh  lebih besar, yaitu  50,518  MPa. Hasil simulasi bending statik menunjukkan bahwa titik kritis  terjadi  di  lokasi  beban  diberikan.  Untuk  beban  impak,  hasil  simulasi  menunjukkan  bahwa polymeric foam yang diperkuat serat TKKS memiliki tegangan maksimum Von Mises  impak bending sebesar  69,44  MPa  dan  impak  SHPB  sebesar  102,  96  MPa.  Hasil  simulasi  impak  menunjukkan bahwa kenaikan waktu impak menyebabkan penurunan terhadap tegangan impak.
Kata kunci: polymeric foam, serat TKKS,  modulus elastisitas, tegangan, beban  tekan statik aksial, tekan bending, impak SHPB
Penulis: Muftil Badri M, Bustami Syam, Samsul Rizal, Krishna Surya Buana
Kode Jurnal: jptmesindd100152

Artikel Terkait :