Prediksi Penurunan Tanah Menggunakan Prosedur Observasi Asaoka - Studi Kasus: Timbunan di Bontang, Kalimantan Timur
Abstrak: Penurunan konsolidasi
tanah merupakan masalah geoteknik yang sering ditemukan pada kasus timbunan, terutama
pada tanah lunak. Penurunan konsolidasi disebabkan oleh keluarnya air pori dari
dalam tanah yang disebabkan oleh peningkatan tegangan pada massa tanah. Untuk
memprediksi besar penurunan serta lama waktu konsolidasi umumnya digunakan
teori konsolidasi satu dimensi Terzaghi. Prediksi penurunan konsolidasi dengan teori
ini, pada banyak kasus, memberikan hasil yang lebih besar dari penurunan
aktual. Hal ini, salah satunya, disebabkan adanya pengabaian fenomena perkuatan
tanah yang mungkin terjadi akibat proses penimbunan secara bertahap. Selain
teori tersebut terdapat pula prediksi penurunan tanah dengan metode elemen
hingga yang sudah menganalisis penurunan secara dua dimensi bahkan tiga
dimensi. Namun untuk metode ini prediksi penurunan terhadap waktu, terutama
untuk kasus perbaikan tanah dengan drainase vertikal, metode ini tidak memberikan
hasil yang baik. Observasi Asaoka. Melalui prosedur ini, besarnya penurunan
akhir dapat diprediksi dengan menggunakan data observasi penurunan akibat
timbunan dengan menggunakan metoda curve
fitting. Studi ini juga membahas perbandingan metode perhitungan penurunan
dengan menggunakan teori konsolidasi Terzaghi, metode elemen hingga dan metode
observasi Asaoka.
Penulis: Hasbullah Nawir, Dayu
Apoji, Rahmatyar Fatimatuzahro, M. Dwi Pamudji
Kode Jurnal: jptsipildd120040