PERBEDAAN LAJU ALIRAN PANAS YANG DISERAP AIR DALAM PEMANAS AIR BERTENAGA SURYA DITINJAU DARI PERBEDAAN LAJU ALIRAN AIR DALAM PIPA KOLEKTOR PANAS
ABSTRAK: Energi saat ini
merupakan kebutuhan utama
untuk menggerakkan kehidupan industri di negara-negara maju.
Kebutuhan energi terbesar masih dipenuhi oleh energi konvensional yang berupa
minyak bumi, sedangkan energi fosil ini jumlahnya terbatas, cepat habis dan
tidak dapat diperbaharui. Energi matahari merupakan energi alternstif yang
dapat menggantikan peran dari energi fosil.
Negara-negara maju seperti
Jepang, Amerika, Korea
dan negara-negara Eropa telah
memanfaatkan energi matahari
secara maksimal seperti
untuk pembangkit listrik
tenaga surya dan untuk
menggerakkan kendaraan. Tetapi
penggunaan energi matahari
di Indonesia masih tergolong
sangat rendah, sebab baru dimanfaatkan untuk menjemur pakaian, menjemur produk
yang memerlukan proses pengeringan, menjemur hasil pertanian dan sebagainya.
Salah satu pemanfaatan energi matahari di Indonesia yang dapat dikembangkan
adalah pemanas air.
Pemanas air dengan energi matahari ini
memanfaatkan prinsip perpindahan
kalor yaitu konduksi, konveksi
dan radiasi. Kalor
dari matahari diradiasikan
ke penyerap (absorber), kemudian di
koduksikan ke dalam air yang mengalir
di dalamnya dan
terakhir di konveksikan dalam air
itu sendiri. Teknologi
pemanas air dengan
tenaga matahari telah
banyak dikembangkan termasuk di
Indonesia. Air menyerap panas
(kalor) terjadi pada
bagian pengumpul panas (heat
collector) dari alat
pemanas air bertenaga
matahari. Aliran air
dalam pipa pada kolektor panas tentu mempengaruhi panas yang diserap
oleh air yang mengalir dalam pipa tersebut. Air
sebanyak 40 liter
disirkulasikan dalam pemanas
ini dengan menggunakan
sebuah pompa air. Bagian input dan output pada pipa dipasang thermometer
untuk mengukur temperatur air yang masuk dan keluar pipa penyerap panas. Untuk
mengatur laju aliran air digunakan sebuah kran.
Hasil analisis data
menunjukkan bahwa Fhitung =
3,5937 > Ftabel(4;25;0,05 )= 2.7587 sehingga disimpulan ada perbedaan antara laju
aliran panas yang diterima oleh air yang disebabkan oleh perbedaan laju aliran
air dalam pipa absorber pada pemanas air bertenaga matahari.
Penulis: Sumanto
Kode Jurnal: jptmesindd090007