PENGARUH SUHU PEMADATAN PADA LAPIS PERKERASAN LATASTON ( HRS - WC ) YANG MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55
Abstrak: Kebutuhan aspal untuk
perawatan danpembangunan jalan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat
ini sangattinggi setiap tahunnya. Salah satu jenis aspal yang sekarang
digunakan adalah Retona 55 (RefineButon Asphalt) yang diproduksi oleh PT. Olah
Bumi Mandiri Jakarta. Retona Blend 55 adalah produk dari Aspal Buton Modifikasi
yang dihasilkan dari ekstraksi Asbuton. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui sejauh mana dampak yangterjadi terhadap lapisan perkerasan Lataston (HRS-WC)
akibat perubahan suhupada saat campuran aspal dipadatkan. Penelitian ini
membahas mengenai karakteristik campuran lataston (HRS-WC) terhadap suhu
pemadatan. Sedangkan suhu pemadatan yang ditinjau yaitu mulai dari 125 - 1450C. Dari hasil
pengujian diLaboratoriumUPMKL (Unit Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan)
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat yang berada di Batulayang,
analisisparameter Marshall terhadap variasi kadar aspal yang
digunakan,diperoleh kadar aspal optimum campuran HRS-WC Retona Blend 55adalah
sebesar 6,5%. Dari hasil uji Marshall terlihat bahwa penggunaan Retona Blend
55terbukti mampu meningkatkan nilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal
panasjenis perkerasan Lataston (HRS-WC).Kesimpulan dari Hasil Penelitian khusus
untuk Lataston (HRS-WC) denganmenggunakan bahan pengikat Retona Blend 55
diketahui bahwa dengan suhupemadatan yang standar diperoleh nilai stablitas
yang baik. Demikian juga halnyadengan nilai VIMnya juga memenuhi syarat yang
diizinkan Bina Marga. Dengan demikian, berarti stablitasterpenuhi, rongga dalam
campuran semakin kecil. Ini berarti penggunaan Retona Blend 55 terbukti mampu
meningkatkannilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal panas jenis perkerasan
Lataston(HRS-WC). Dengandemikian direkomendasikanbahwa penggunaan Aspal Retona
Blend 55 khususnya pada campuranperkerasan Lataston (HRS-WC) layak untuk
dipertimbangkan sebagai alternatifpengganti Aspal pen 60/70 yang mulai langka
di pasaran.
Penulis: Akem
Kode Jurnal: jptsipildd120076