PEMANFAATAN POTENSI AIR TANAH UNTUK IRIGASI TETES

ABSTRAK: Irigasi tetes adalah metode pemberian air pada tanaman secara langsung , baik ke tanah atau ke dalam tanah melalui tetesan secara terus menerus dan perlahan didekat tumbuhan. Penerapan irigasi tetes sangat cocok diterapkan pada lahan kering untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu rencana desain jaringan irigasi tetes, dan untuk mengetahui tingkat kelayakan penerapannya. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari  instansi  pemerintah,  dimana  data  primer  diperoleh  dengan  pengamatan  langsung  di  lapangan.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa dimensi dari pipa utama, pipa sub utama, pipa ke pipa manifold, dan pipa lateral secara berurutan harus 4 inci, 2 inci, 1,5 inci, dan 0,063 inci dan jarak emitter  dari 30 cm. Uji kinerja jaringan menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari keseragaman irigasi tetes adalah 96,23%. Pengoperasian sistem irigasi di HST 1-31, HST 32-62, HST 63-92, dan HST 93-120 secara berurutan harus 48 menit / hari, 60 menit / hari, 108 menit / hari, dan 96 menit / hari, dengan mengingat titik kritis untuk penyiraman tanaman harus dilakukan ketika tingkat air tanah telah mencapai 32,1% v. Dalam analisis ekonomi dan  analisa  kelayakan  air  irigasi  menunjukkan  bahwa  nilai  ekonomi  air  irigasi  sebesar  Rp.  0,555,  air  -/liter,  IRR  sebesar 22,325%, payback period adalah dalam 10 MT, dan nilai BEP adalah 40,142 kg
Kata kunci: Irigasi tetes, JIAT, Analisa kelayakan
Penulis: Aditya Prihantoko, Muslich Hartadi Sutanto, dan Jaji Abdurrosyid
Kode Jurnal: jptsipildd120026

Artikel Terkait :