MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI DI PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
Abstrak: Penelitian
ini bertujuan untuk
mengidentifikasi risiko pada
proyek kon-struksi secara
komprehensif dengan brainstroming, wawancara dan dengan meng-gunakan kuisioner
yang diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat dan berkompe-ten dalam
proyek konstruksi. Penilaian risiko
dilakukan untuk mengetahui
risiko dominan yang dikendalikan
melalui tindakan mitigasi. Analisis kualitatif diguna-kan dalam studi ini. Hasil penelitian
menunjukkan, dari 71 risiko yang teridentifi-kasi terdapat 5 risiko tidak dapat
diterima dan 43 risiko tidak diharapkan, 18 risiko yang dapat diterima dan 5
risiko dapat diabaikan. Lima (5) risiko yang tidak dapat diterima yaitu adanya
muatan politis dalam penentuan skala prioritas proyek, keru-sakan fasilitas
karena kurangnya kesadaran dan rasa memiliki pengguna dalam me-melihara fasilitas,
progres pekerjaan yang
terlambat karena manajemen
keuangan kontraktor yang kurang professional, kontraktor mengabaikan
instruksi direksi dan cacat, retak dan
kerusakan fasilitas sebelum
serah terima akhir.
Prioritas tidakan mitigasi yang dilakukan
dalam penanganan risiko pada proyek konstruksi yaitu menetapkan prioritas
proyek sesuai dengan
rencana pembangunan jangka menengah, Renstra dan
Musrenbang, melakukan koordinasi
yang kontinyu antar
instansi ter-kait, meningkatkan
profesionalisme pemerintah, konsultan perencana dan kontraktor dalam penanganan
proyek konstruksi dan menanamkan kesadaran dan rasa memiliki pada masyarakat
untuk ikut serta menjaga/memelihara fasilitas umum. Alokasi risiko
terbesar ditanggung oleh
kontraktor, selanjutnya oleh
pemerintah dan terakhir oleh
konsultan perencana.
Penulis: I Nyoman Norken, I
Nyoman Yudha Astana, Luh Komang Ayu Manuasri
Kode Jurnal: jptsipildd120048