KARAKTERISASI MATERIAL BALL MILL PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DENGAN METODA PENGUJIAN KEKERASAN, MIKROGRAFI DAN SEM
Abstrak: Dalam proses
pembuatan semen yang berawal dari bahan baku hingga menjadi semen yang siap pakai terdiri atas berbagai
macam proses, salah
satunya adalah proses
finish mill dengan
menggunakan bola-bola baja(ball
mill) yang merupakan tahap
akhir dalam proses
pembuatan semen. Dalam
suatu industri diperlukan
suatu efisiensi untuk dapat
memaksimalkan keuntungan. Dengan
perkembangan teknologi pada
saat ini maka
dapat dilakukan pengembangan,
salah satunya dengan mengembangkan material ball mill yang digunakan. Oleh
karena itu dilakukan penelitian
untuk dapat mengetahui
karakteristik dari material
ball mill tersebut diantaranya dengan
melakukan pengujian
kekerasan, metalografi dan
Scanning Electron Microscope(SEM). Diperoleh
nilai kekerasan dari
ball mill berkisar antara
80,75 – 83,58
HRA, struktur mikro
yang terbentuk dari
ball mill tersebut
didominasi adanya karbida krom
(Cr23C3) yang menyebabkan meningkatnya
kekerasan, kekuatan, titik lelah dan elastisitas dari ball mill tersebut
dan komposisi kimia
ball mill pada
suatu area terdiri
dari unsur utama
besi (Fe) sebesar
87.25% dan karbon
(C) sebesar 0.22%, jadi ball mill termasuk baja karbon rendah yang
sifatnya mudah ditempa dan mudah untuk dilakukan proses permesinan.
Terdapat unsur paduan
lainnya dalam baja
ini yaitu silikon
(Si) sebesar 0.58%
dan krom (Cr) sebesar
11.96%. Berdasarkan unsur
paduan yang terdapat
pada area ini
maka baja ini
termasuk High alloy
steel. Kandungan silikon sebesar 0.58% pada area ini dapat meningkatkan
kekuatan tarik baja. Sedangkan kandungan krom sebesar 11.96%
dapat meningkatkan kekerasan
baja dan membuat
baja menjadi lebih
tahan terhadap oksidasi
dan korosi.
Penulis: Budi Setiyana,
Revelino Putra Perdana
Kode Jurnal: jptmesindd070041