Inflasi dalam Analisis Finansial Investasi Jalan Tol: Perlakuan dan Pengaruhnya bagi Badan Usaha dan Pemerintah

Abstrak: Tulisan ini membahas peran penting yang dimainkan inflasi dalam analisis kelayakan proyek investasi jalan tol yang diselenggarakan dengan kontrak  build, operate, transfer (BOT) dikaitkan dengan rejim tarif yang berlaku saat ini di industri jalan tol nasional dan kewajiban kontingensi pemerintah dari dukungan yang diberikan kepada badan usaha. Konversi arus kas dari nominal ke riil menunjukkan rejim tarif yang berlaku saat ini bertentangan dengan salah satu prinsip alokasi risiko yang efisien dengan, secara implisit, menempatkan badan usaha sebagai pihak yang harus mengelola risiko inflasi sementara mereka bukan pihak yang paling mampu, setidaknya bila dibandingkan dengan pengguna jalan tol sebagai konsumen dalam konteks alokasi risiko yang optimal. Asumsi laju inflasi juga berkaitan langsung dengan besaran kompensasi dan risiko fiskal yang harus ditanggung pemerintah saat memberikan dukungan land capping dan garansi pendapatan minimum. Tulisan ini merekomendasikan adanya peninjauan ulang rejim tarif yang berlaku saat ini dengan memberlakukan interval penyesuaian tarif tiap tahun dalam upaya lebih baik mengimunisasi badan usaha dari risiko inflasi. Tulisan ini juga menyarankan badan usaha dan khususnya pemerintah untuk tetap menaruh perhatian pada asumsi laju inflasi. 
Kata-kata Kunci: Investasi jalan tol, inflasi, nominal, riil, kewajiban kontingensi
Penulis: Andreas Wibowo
Kode Jurnal: jptsipildd120102

Artikel Terkait :