APLIKASI METODE HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL DENGAN PERSAMAAN BERSYARAT DALAM PENGHITUNGAN VOLUME PENGERUKAN SUNGAI
ABSTRAK: Salah satu
cara untuk menangani
pendangkalan sungai adalah
dilakukan pengerukan. Untuk
menghitung besarnya volume pengerukan sungai, diperlukan data geometri sungai yang
disajikan berupa gambar penampang melintang sungai dan jarak antar penampang
melintang sungai. Gambar
penampang melintang sungai
didapat dari hasil
pengukuran. Pelaksanaan pengukuran penampang
melintang sebaiknya dilakukan
bersamaan dengan pemetaan
situasi sungai. Metode
pengukuran penampang dapat dilakukan
secara tachymetri atau
dengan cara echo
sounding. Jarak yang
digunakan untuk penghitungan volume pengerukan
sungai adalah jarak
rata-rata antar penampang
melintang pada tepi
kiri alur sungai,
jarak antar penampang melintang
pada tepi kanan
alur sungai, dan
jarak antar penampang
melintang pada tengah-tengah
alur sungai. Nilai jarak-jarak
tersebut diukur pada
peta situasi sungai.
Metode hitung perataan
kuadrat terkecil dengan
persamaan bersyarat ini diaplikasikan untuk penghitungan volume
pengerukan Sungai Laweyan. Sungai Laweyan merupakan salah satu cabang dari
muara Sungai Bengawan Solo. Model matematik yang digunakan sebanyak 20 model,
yang disusun berdasarkan hubungan jarak rata-rata
antar penampang melintang
pada tiap satu
ruas sungai dengan
jarak rata-rata antar
penampang melintang pada tiap dua ruas sungai. Dari hasil penghitungan
dapat diketahui, bahwa nilai koreksi jarak yang besar diberikan pada ruas alur sungai
yang melengkung dan
nilai koreksi jarak
yang kecil diberikan
ruas alur sungai
yang relatif lurus. Volume
total pengerukan sungai
Laweyan yang dihitung
dengan menggunakan metode
hitung perataan kuadrat
terkecil sebesar 359.466,689 m3, sedangkan
volume total pengerukan
sungai Laweyan yang
dihitung dengan tidak
menggunakan metode hitung perataan kuadrat terkecil sebesar 359.657,001
m3.
Penulis: Irwan Syafri
Kode Jurnal: jptsipildd120024