ANALISIS LAJU KOROSI MATERIAL PENUKAR PANAS MESIN KAPAL DALAM LINGKUNGAN AIR LAUT SINTETIK DAN AIR TAWAR

Abstract: Percobaan menentukan laju korosi material penukar panas kapal telah dilakukan dalam medium air laut sintetik dan air tawar. Air laut sintetik dibuat berdasarkan metode ASTM dan air tawar berasal dari PDAM Makassar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah perendaman benda uji kedalam ke dua medium tersebut. Waktu perendaman adalah 10 minggu dengan interval waktu pengambilan data setiap 2 minggu. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan berat selama perendaman dalam masing-masing media. Kedua media yang digunakan masing-masing disterilkan, untuk menghindari pengaruh bakteri yang ada dalam kedua media tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju korosi lebih besar dalam medium air laut tersebut dari pada dalam medium air tawar. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa peranan khlor dalam medium amat menentukan naiknya laju korosi tersebut. Pada awal minggu perendaman hingga minggu ke 4, laju korosi menjadi lambat. Hal ini diasumsikan karena pengaruh lapisan film pasif yang terbentuk sebelum perendaman. Lapisan ini terbentuk karena oksidasi dengan udara. Lapisan ini menjari retak dan pecah setelah menjelang minggu ke 4 perendaman. Laju korosi meningkat secara signifikan hingga minggu ke 10 dalam medium air laut sintetik. Sedangkan dalam medium air tawar, kenaikan laju kurang besar dibanding dalam medium air laut sintetik. Hingga minggu ke 10, masih belum diperoleh nilai laju korosi yang konstan. Hal ini menunjukkan bahwa proses korosi yang berlangsung belum mencapai tahap yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan material penukar panas mesin kapal dalam lingkungan korosif, air laut dan air tawar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang menunjukkan pengaruh elemen-elemen korosif dalam kedua media, utamanya khlor. Selain itu, dapat pula diketahui efek dan lama perendaman terhadap laju korosi yang terjadi.
Keywords: material penukar panas; laju korosi; air laut sintetik
Penulis: Johannes Leonard
Kode Jurnal: jptmesindd120157

Artikel Terkait :