STUDI TENTANG PERILAKU PELAT BETON DI ATAS TANAH GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN JALAN BETON DI PONTIANAK

Abstrak: Sebagian  besar  tanah  permukaan  di  Kota  Pontianak  merupakan  tanah  gambut  yang  cukup  tebal. Dari  sudut  pandang  teknik  sipil,  tanah  gambut  mempunyai  sifat-sifat  mekanis  yang  tidak menguntungkan.  Hal  ini  merupakan  problema  bagi  para  praktisi  konstruksi  gedung,  jalan,  dan jembatan  di  Kalimantan  Barat  pada  umumnya.  Sering  dijumpai  kegagalan  konstruksi  jalan menunjukkan bahwa para praktisi masih belum berhasil dengan memuaskan mengatasi rendahnya daya  dukung  tanah  di  daerah  ini.  Tulisan  ini  bermaksud  memberikan  kontribusi  untuk memecahkan masalah tersebut melalui simulasi program komputer. Variabel yang ditinjau adalah B (panjang sisi pelat bujur sangkar). Dari hasil studi ini didapat hubungan antara q (tekanan tanah) dan  d  (deformasi  tanah).  Dari  hubungan  q  dan  d  diperoleh  hubungan  P  (beban)  dan  d.  Dari hubungan P dan d diperoleh hubungan Pu (beban ultimit) dan B. Dari hubungan q dan d diperoleh hubungan k (modulus reaksi tanah dasar) dan d. Dari hubungan k dan d diperoleh nilai k1 (k pada penurunan  1  inci)  dan  B.  Dalam  beberapa  tabel  ataupun  monograf  yang  menyajikan  nilai  k  dari berbagai literatur,  nilai B jarang  muncul  untuk  menentukan nilai  k1. Dari  hasil studi ini,  grafik k1 dan B dengan jelas menggambarkan nilai k1 semakin mengecil seiring dengan membesarnya nilai B. Untuk pelat berukuran 1,2m1,2m diperoleh nilai k1 sebesar 0,144 MN/m3.
Kata-kata kunci:  pelat beton, modulus reaksi tanah dasar, program komputer, tanah gambut
Penulis: M. Yusuf, Vivi Bachtiar, dan Siti Mayuni
Kode Jurnal: jptsipildd090044

Artikel Terkait :