STUDI KELAYAKAN JALAN TOL PENGAMBENGAN-PENGRAGOAN
Abstract: Ruas jalan
Gilimanuk-Tabanan-Denpasar merupakan satu-satunya jalan arteri primer yang
menghubungkan arus lalu lintas orang dan barang dari/ke Jawa-Bali-NTB. Berbagai
persoalan lalu lintas seperti peningkatan tundaan, kemacetan, kecelakaan, serta
banyaknya ruas jalan lama yang rusak. Selain itu, keterbatasan dana yang
dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyebabkan pembangunan
jalan arteri baru atau perbaikan-perbaikan pada ruas jalan lama yang rusak
tidak dapat dilaksanakan. Menghadapi permasalahan tersebut, perlu dibuat suatu
alternatif yaitu menerapkan sistem tol pada pembangunan jalan
Pengambengan-Pengragoan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu
kajian kelayakan pembangunan jalan baru. Dalam penelitian ini menggunakan data
primer yang didapat dari hasil survai dan data sekunder yang didapat dari
pengutipan dari sumber data yang sebelumnya telah diolah oleh instansi terkait.
Dari hasil survai volume lalu lintas, geometrik jalan dan kecepatan akan dapat
dihitung kinerja ruas jalan eksisting. Untuk memperkirakan besarnya volume lalu
lintas di masa yang akan datang dilakukan perhitungan faktor pertumbuhan.
Selanjutnya nilai faktor pertumbuhan diklasifikasikan menjadi rendah (low),
sedang (medium) dan tinggi (high). Volume lalu lintas dimasa yang akan datang
dapat diprediksi berdasarkan nilai faktor pertumbuhan tersebut. Analisis
pembebanan lalu lintas yang akan melalui jalan eksisting dan jalan baru akan
dihitung berdasarkan penghematan jarak dan waktu tempuh dengan menggunakan
kurva disversi. Dengan kurva tersebut akan diketahui presentase lalu lintas
yang akan beralih ke jalan baru. Sedangkan untuk menghitung nilai penghematan
waktu digunakan data pendapatan perkapita provinsi Bali. Penghitungan biaya
operasi kendaraan model PCI (pasific consultant international) dihitung
berdasarkan kecepatan kendaraan rata-rata yang melewati ruas jalan yang
ditinjau. Total biaya per tahun yang didapat dari penghematan nilai waktu dan
BOK kemudian dibandingkan besarnya dengan biaya proyek untuk memperoleh nilai
NPV, dan BCR masing-masing discount rate serta IRR untuk tiap asumsi tingkat
pertumbuhan lalu lintas. Berdasarkan nilai-nilai tersebut akan diketahui apakah
proyek tersebut layak atau tidak. Hasil analisis finansial dengan tingkat suku
bunga 12% menunjukkan bahwa proyek pembangunan jalan tol ini belum layak
dibangun untuk asumsi tarif 70% dari PBPJ. Hal ini dapat dilihat dari asumsi
tarif tol 70% dari PBPJ akan menghasilkan NPV yang bernilai negatif, yaitu Rp.
-1.538.010.788.246,-; dengan nilai BCR sebesar 0,10104; dan nilai IRR –
11,519%. Sedangkan analisis Sensitifitas yang dilakukan dengan tiga kriteria
analisis juga menujukan bahwa jalan tol ini belum layak untuk dibangun.
Keywords: studi kelayakan,
finansial, jalan tol
Penulis: A.A.G. Agung Yana,
Ketut Swijana, Santiari Dewi
Kode Jurnal: jptsipildd070041