SISTEM PENILAIAN KINERJA KONSULTAN PERENCANA DALAM MENANGANI PROYEK PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG
Abstrak: Evaluasi terhadap
kinerja konsultan perencana sangat diperlukan karena sebagian besar keputusan
strategis dan biaya proyek bergantung pada kinerja kon-sultan yang
diimplementasikan dalam dokumen perencanaan proyek. Sistem peni-laian terhadap
kinerja konsultan perencana bangunan gedung dengan metode AHP (Analytical Hierarchy
Process) diharapkan dapat
menjadi bahan rujukan
dalam melakukan evaluasi tersebut secara lebih rinci dan terukur.
Susunan hirarki kriteria
penilaian didapat dari
hasil wawancara dengan
para res-ponden ahli perencanaan
bangunan gedung, dipadukan dengan hasil studi literatur yang relevan. Analisis
dengan metode AHP dilakukan untuk membandingkan ting-kat kepentingan
antar kriteria melalui
matrik perbandingan berpasangan.
Dengan perhitungan eigen vektor,
maka didapat bobot
masing-masing kriteria dan subkriteria.
Pada penilaian kinerja konsultan perencana dapat disimpulkan bahwa
Kualitas Do-kumen Perencanaan merupakan kriteria yang paling penting (41,8%),
diikuti Kese-suaian dengan TOR (26%), Aspek Waktu Perencanaan (17,7%), dan
Aspek Biaya Perencanaan (14,5%), yang
disajikan pada level
2. Pada level
3, Konsistensi do-kumen
perencanaan merupakan kriteria yang paling penting (bobot 13,9%), diikuti Pertimbangan
Constructability dalam Perencanaan (11,3%), Keakuratan Dokumen Perencanaan
(10,6%), dan seterusnya sampai dengan kriteria yang memiliki bobot penilaian terkecil
yaitu Tercapainya sasaran
pada Tahap Persiapan
(4,6%). Pada
level 4, Konsistensi antara dokumen gambar, RKS dan Engineer Estimate
merupa-kan subkriteria yang paling penting (bobot global 6,9%), diikuti
Penetapan Alokasi Waktu yang Rasional
(5,8%), Kesesuaian jenis
biaya personil dengan
kebutuhan proyek (5,7%) dan
seterusnya sampai dengan
kriteria yang memiliki
bobot peni-laian terkecil
yaitu Penjelasan penggunaan
bahan bangunan (0,7%).
Berdasarkan hirarki penilaian yang telah dilengkapi bobot global semua
kriteria, maka dibuat ta-bel sistem penilaian kinerja konsultan perencana
bangunan gedung. Dengan adanya hasil
penilaian tersebut, konsultan
perencana dapat diklasifikasikan sesuai
tingkat kinerjanya.
Penulis: I Gede Astawa Diputra
Kode Jurnal: jptsipildd090063