Perilaku Turap Akibat Pengurangan Tekanan Tanah Pasif Pada Model Analogi Dua Dimensi
Abstract: Perpindahan turap
akibat pengurangan tekanan tanah pasif (penggalian tanah), pada konstruksi
turap merupakan salah satu masalah yang kompleks dalam bidang geoteknik. Pada
struktur galian terjadi ketidakseimbangan akibat hilangnya dukungan horizontal
tanah yang semula dipikul oleh massa tanah yang berada di daerah galian. Oleh
karena itu perlu diketahui gambaran mekanisrne gerakan turap akibat galian
tanah. Metode uji menggunakan batangan aluminium untuk model analogik tanah
granuler dalam dua dimensi. Model uji dibuat dengan beberapa variasi yaitu
turap tanpa angker dan diangker serta turap ganda tanpa angker dan diangker.
Turap tanpa angker dan diangker dibuat dengan variasi panjang 15 cm, 20 crn, 25
cm dan 30 cm. Angker diletakan pada kedalaman dan panjang yang berbeda. Hasil
pengamatan selanjutnya dibandingkan dengan analisis metoda elemen hingga yang
menggunakan pr€ram Plaxr.s. Dari penelilian ini diperoleh rasio penetrasi turap
unluk turap tanpa angker dan dengan angker rnasing-masing 0,50 sampai 0,88, dan
0,07 sampai 0,32. Turap ganda tanpa angker digali pada sisi luar dan dalam
turap mempunyai rasio penetrasi turap sebesar 0,76. Turap ganda dengan angker
digali pada sisi luar turap, rasio penetrasi turap diperoleh 0,15 sampai 0,25.
Rasio penetrasi turap hasit pengamatan nilainya lebih kecil dari hasil prediksi
estimasi penetrasi yang dinyatakan Teng (1962). Perilaku deformasi tanah di
bdakarg turap cenderung bergerak ke arah kiri bawah dan tanah di depan turap
bergerak ke arah kiri dan cenderung naik. Perilaku deformasi tanah hasil
pengamatan mempunyai kecenderungan yang sama dengan hasil analisis nEtode demen
hingga. Displacement horisontal turap dari perhitungan elemen hingga lebih
kecil dibandingkan pengamatan, dergan perbedaan -78olo sampai -94%. Turap
panjang 30 cnr dan diangker, perbedaan hasil disy'acentenl horisontal turap
berdasarkan simulasi elemen hingga sebesar -64% terhadap hasil pengamatan.
Turap ganda yang diangker dengan panjang 30 cm, digali pada bagian luar turap.
displacement horison{al turap berdasarkan simulasi elemen hingga dibanding hasil
pengamatan lebih besar -56%. Walaupun demikian perilaku displacement horisontal
baik hasil pengamatan maupun simulasi numurik mempunyai kecenderurgan yang
sama.
Kata kunci: turap, tanah ganulec displacerment turap, deformasi tanah, metode
element hingga
Penulis: Silvianengsih
Kode Jurnal: jptsipildd060005