PENGARUH PEMASANGAN ANGKER UJUNG TERHADAP PERILAKU RUNTUH BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN LAPIS GFRP (Glass Fibre Reinforced Polymer)
Abstrak: Beberapa penelitian
yang telah dilakukan menunjukan bahwa penomena kritis dalam
penggunaan lembar FRP
sebagai tulangan luar
adalah debonding antara lembar
FRP dan beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh angker ujung
terhadap perilaku runtuh
dan kuat lentur
balok beton bertulang dengan penambahan lapis GFRP tipe
woven roving.
Pengujian kuat lentur
dilakukan terhadap benda
uji balok beton
bertulang dengan ukuran 100 × 150 × 1100 mm,
di atas 2
tumpuan sederhana dan
dibebani 2 beban terpusat pada jarak 300 mm dari
masing-masing tumpuan. Benda uji dibuat dalam 5 perlakuan yaitu, balok tanpa
penambahan lapis GFRP, balok dengan penambahan 2 lapis
GFRP tanpa angker
ujung dan balok
dengan penambahan 2
lapis GFRP dengan angker ujung
U-shape straps, bolt dan fasteners. Masing-masing perlakuan dibuat 3
buah benda uji.
Adapun data yang
diamati selama pengujian
meliputi beban retak, pola retak, lebar retak, beban ultimit, lendutan
dan model keruntuhan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dengan pemasangan
angker ujung dapat mengubah titik
awal terjadinya debonding lembar
GFRP dari daerah
cut-off point pada balok tanpa
angker ujung menjadi dibawah beban atau tengah bentang untuk balok dengan
angker ujung. Penggunaan
angker ujung juga
dapat meningkatkan kuat lentur
pada balok beton
bertulang dengan penambahan
2 lapis GFRP
tanpa angker, penambahan angker
ujung ini mampu
meningkatkan beban ultimate masing-masing sebesar
18.628%, 5.555% dan
10.131% untuk angker
jenis fastener, U-shape straps
dan baut. Bila
dibandingkan dengan balok
kontrol (tanpa penambahan lembar
GFRP) peningkatan kapasitas
lenturnya sebesar 31.373% untuk
angker ujung jenis
pengancing (fasteners), sedangkan
untuk angker ujung jenis
sabuk (U-shape straps)
dan baut (baut)
masing-masing sebesar 18.3%
dan 22.876%.
Penulis: I K. Sudarsana, I B.
Rai Widiarsa
Kode Jurnal: jptsipildd090062