PENGARUH NACL DAN MGSO4 TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BATU PADAS BUATAN
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh NaCl dan MgSO4 terhadap kuat
tekan dan kuat tarik belah batu padas buatan yang memiliki karakteristik
menyerupai batu padas alam khususnya batu padas alam Kelating dan Kerobokan.
Dasar pertimbangan penelitian ini adalah upaya mempertahankan arsitektur
tradisional Bali dan pemanfaatan pozzolan alam sebagai bahan utama dalam
pembuatan batu padas buatan. Penelitian ini menggunakan pozzolan alam, tanah
liat, kapur dan semen sebagai bahan dasar. Pemilihan bahan dasar tersebut
berkaitan dengan karakteristiknya yang hampir sama dengan batu padas alam
Kelating dan Kerobokan. Benda uji dibuat sebanyak 360 buah yang terdiri dari
batu padas alam dan batu padas buatan. Benda uji sebanyak 180 buah berbentuk
kubus ukuran 8x8x8 cm untuk uji kuat tekan dan 180 buah berbentuk silinder
ukuran 7,5x15 cm untuk uji kuat tarik belah. Benda uji dibuka dari cetakannya
pada umur 1 hari kemudian dibiarkan mengering selama 2 hari. Pada umur 3 hari
benda uji direndam dalam air biasa sampai umur 28 hari. Kemudian pada umur 29
hari benda uji direndam dalam larutan NaCl dan MgSO4 sampai umur 60 hari dan 90
hari. Perendaman benda uji dilakukan secara terpisah antara asli, buatan, dan
juga jenisnya untuk diteliti lebih lanjut kandungan kimia yang lepas dan
terlarut dalam larutan perendam. Bahan kimia NaCl dan MgSO4 dicampur dengan air
biasa sampai mencapai konsentrasi yang telah ditetapkan yaitu 0%, 1%, 2%, dan
3%. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan pada umur benda uji 28
hari, umur 60 hari setelah perendaman selama 31 hari dan umur 90 hari setelah
perendaman selama 61 hari dengan larutan NaCl dan MgSO4. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kuat tekan batu padas buatan baik batu padas sejenis Kelating
maupun Kerobokan lebih rendah dari batu padas aslinya. Sedangkan kuat tarik
belahnya lebih tinggi pada batu padas buatan dibandingkan dengan batu padas
aslinya. Penurunan kuat tekan tersebut disebabkan karena tingkat reaktifitas
butiran penyusun batu padas buatan yang rendah dan teknis perawatan benda uji
pada umur 3 hari sudah direndam dalam air dimana pada saat itu kondisi benda
uji masih basah. Perendaman dengan larutan NaCl dan MgSO4 dengan konsentrasi
0%, 1%, 2%, dan 3% selama 61 hari menunjukkan pengaruh yang kecil terhadap
kekuatan batu padas. Hal ini dapat disebabkan karena konsentrasi larutan yang
rendah, serta NaCl dan MgSO4 bereaksi lambat dengan pasta semen yang dapat
berlangsung dalam beberapa bulan sampai beberapa tahun untuk mencapai keadaan
yang membahayakan.
Keywords: NaCl, MgSO4,
kuat tekan dan tarik belah, batu padas buatan
Penulis: Ngk. Md. Anom
Wiryasa, I.B. Dharma Giri, I Dewa Gede Muliartha
Kode Jurnal: jptsipildd060024