MANAJEMEN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA AMLAPURA

Abstrak: Kondisi  existing  pengangkutan  sampah  di  Kota  Amlapura,  masih banyak  mengalami  permasalahan.  Pengangkutan  sampah  pada  jam  sibuk berakibat  timbulnya  kemacetan  lalu  lintas.  Tempat  pembuangan  sampah sementara  (TPS)  yang  ada  di  Kota  Amlapura,  belum  dipisahkan  antara  sampah organik  dan  sampah  anorganik,  sehingga  sampah  masih  tercampur  dalam  satu wadah.  Kondisi  ini  perlu  kajian  lebih  mendalam  guna  memperbaiki  manajemen pengangkutan sampah yang ada saat ini.  
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperbaiki  kelemahan  sistem  pengangkutan sampah  saat  ini.  Metode  pada  SNI  19-2454-2002  digunakan  sebagai  metode pendekatan  untuk  penyelesaian  permasalahan  pengangkutan  sampah.  Untuk menentukan tarif yang layak guna menunjang operasional pengangkutan sampah digunakan  metode  penilaian  finansial  yaitu  Net  Present  Value  (NPV),  Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR).
Sistem pengangkutan yang dipilih untuk kendaraan compactor truck adalah pola pengangkutan dengan sistem kontainer tetap sedangkan untuk kendaraan arm roll truck  adalah pola pengangkutan  dengan  sistem  pengosongan  kontainer.  Jumlah alat  angkut  yang  diperlukan  guna  merealisasikan  pengangkutan  sampah  di  Kota Amlapura yaitu 4 unit compactor truck untuk mengangkut sampah organik dan 3 unit compactor truck untuk mengangkut sampah anorganik, serta 1 unit arm roll untuk  sampah  organik  dan  anorganik  dengan  waktu  pengangkutan  sampah selama 6 jam per hari. Jumlah TPS yang diperlukan adalah berupa bin kontainer dengan kapasitas 0,36 m3 yaitu 213 unit TPS organik dan 137 unit TPS anorganik sedangkan  untuk  TPS  berupa  kontainer  dengan  kapasitas  4  m3  yaitu  5  unit TPS organik dan 3 unit TPS anorganik. Hasil analisa finansial pada investasi peralatan pengangkut sampah di Kota Amlapura dengan sumber dana 100% biaya investasi bersumber  dari  pinjaman  bank  adalah  Layak  dilaksanakan  (asumsi  BCR  =  1) dengan tarif retribusi yang dikenakan yaitu rumah tangga Rp. 15.000/KK/bulan, hotel  Rp.  25.000/kamar/bulan,  restoran  Rp.  5.000/seat/bulan,  toko  Rp. 30.000/unit/bulan, sekolah dan kantor Rp. 20.000/unit/bulan, pedagang pasar Rp. 30.000/pedagang/bulan,  industri  kecil  Rp.  30.000/bulan  dan  industri  sedang  Rp. 40.000/bulan. 
Kata kunci: Desain Sistem Pengangkutan Sampah, Organisasi, Investasi, Retribusi
Penulis: Mayun Nadiasa, Dewa Ketut Sudarsana, dan I Nyoman Yasmara
Kode Jurnal: jptsipildd090061

Artikel Terkait :