KELAKUAN TANAH DENGAN SIFAT KEMBANG-SUSUT YANG TINGGI PADA STABILISASI TANAH DENGAN BAHAN SERBUK MARMER DAN BAHAN STABILIA
Abstrak: Stabilitas tanah
dengan penambahan kapur sebagai pencampur merupa-kan salah
satu metoda stabilisasi tanah
kimiawi yang paling popular
di Indonesia di masa
lalu. Akan tetapi dengan
adanya perkembangan metoda
stabilisasi tanah, stabilisasi dengan
kapur mulai dirasakan
tidak sesuai karena
harga kapur yang menjadi
relative mahal. Untuk
itu perlu dicari
cara stabilisasi kimiawi
lainnya yang lebih murah. Alternative ini muncul dengan adanya serbuk
marmer, sebagai hasil limbah pengolah marmer yang sangat murah, dan bahan kimia
baru bernama Stabilia sebagai satu-satunya produk Indonesia dengan harga kurang
dari 1/3 harga produk jenis merk lainnya ex import.
Penelitian mengenai efektivitas kedua bahan tersebut sebagai bahan
stabilisasi ta-nah masih sangat terbatas. Pada penelitian ini kedua bahan
diujikan terhadap tanah lempung
dari Pejaten, Tabanan, untuk mengetahui
perubahan plastisitas tanah, kenaikan kekuatan
tanahnya, perubahan besar
“swelling” (pengembangan) tanah saat terendam air, besarnya tebal
lapisan tanah yang terpengaruh air sebagai fungsi waktu, pengaruh kadar air
awal tanah saat pemadatan terhadap swelling dan kokoh tekannya, serta
bahan optimal. Benda
uji dibuat dengan
kadar serbuk marmer berkisar antara 3% s.d 12% dan kadar
Stabilia berkisar antara 0,3% s.d 3,0% berat tanah.
Dari pengujian didapatkan bahwa kedua bahan menyebabkan penurunan
swelling tanah dan menaikkan kokoh tekan tanah. Tetapi pada umumnya pencampuran
de-ngan bahan Stabilia memberikan hasil yang lebih baik dari segi total free
swelling dan kokoh tekan/kekuatan tanahnya. Bahan Stabilia ini dari segi
kekuatan membe-rikan pengaruh yang
setara dengan stabilisasi
dengan kapur. Dari
penelitian ini juga diberikan
rekomendasi terhadap tebal
lapisan tanah yang
distabilisasi dan kadar bahan
optimum. Selain itu
disarankan bahwa pengujian
kinerja bahan stabilisasi jangan hanya
didasarkan pada perubahan plastisitas tanahnya saja, tetapi pada besarnya
swelling yang dibolehkan
sehingga tanah yang
telah mengembang masih tetap
mendukung beban pondasi
atau roda kendaraan.
Pengaruh genangan air
di-permukaan tanah ternyata hanya terasa pada lapisan tipis tanah sebelah atas saja.
Penulis: I Gusti Ngurah
Wardana
Kode Jurnal: jptsipildd090064