KEKAKUAN LATERAL STRUKTUR PELENGKUNG TEGAK DAN MIRING PADA JEMBATAN PELENGKUNG TERIKAT
Abstract: Untuk meneliti
kekakuan lateral jembatan pelengkung, modifikasi terhadap bentuk geometris
struktur pelengkung telah dilakukan dengan memiringkan secara perlahan-lahan
pelengkung tegak dengan variasi kemiringan yang dinyatakan dengan perbandingan
dimensi horisontal dan vertikal pelengkung. Tiga tipe kemiringan pelengkung
ditinjau yakni: T1, 3/28,5; T2, 5/28,5; T3, 7/28,5. Data awal penampang dari
struktur jembatan yang dianalisis dan didesain diambil dari gambar rencana
Jembatan Tukad Unda. Pemodelan, analisis dan desain struktur jembatan dengan
pelengkung tegak dan miring mempergunakan software SAP2000 Versi 8.08. Sebelum
jembatan pelengkung tegak dan miring dibandingkan, struktur dirancang untuk
memenuhi syarat kekuatan yang diukur dengan rasio tulangan yang diperlukan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan pelengkung sangat berpengaruh
terhadap kekakuan lateral struktur. Semakin miring struktur pelengkung, semakin
besar kekakuan lateralnya. Komponen struktur yang paling dipengaruhi oleh
miringnya pelengkung adalah ikatan angin dan balok induk. Semakin miring
pelengkung, maka gaya-gaya dalam pada ikatan angin semakin mengecil. Hal
sebaliknya terjadi pada balok induk dimana gaya-gaya dalam pada balok membesar
dengan bertambahnya kemiringan pelengkung. Simpangan lateral pelengkung dengan
kemiringan terbesar, T3 hanya 33% dari simpangan lateral pelengkung tegak.
Keywords: kekakuan lateral
jembatan, pelengkung tegak, pelengkung miring, beton bertulang
Penulis: Made Sukrawa, I
Nyoman Sugita, Bobby Benniardi Hadi
Kode Jurnal: jptsipildd070039