Kajian Pengadaan oleh Kontraktor Pelaksana pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung

Abstrak: Salah satu peluang untuk meningkatkan kinerja kontraktor adalah dengan melakukan pengelolaan jaringan rantai pasok  (supply chain). Konsep pengelolaan rantai pasok  (supply chain management) merupakan konsep yang relatif baru dalam industri konstruksi. Sebagai langkah awal penerapannya, perlu pemahaman mengenai proses pembentukannya dalam penyelenggaraan konstruksi di Indonesia. Pada  proyek-proyek bangunan gedung, metoda kontrak yang paling sering digunakan adalah metoda kontrak umum. Dalam hal ini, kontraktor pelaksana menjadi satu-satunya pihak yang memiliki wewenang dalam tahap pembentukan hubungan jaringan rantai pasok, yaitu dalam penyusunan mitra-mitra melalui proses pengadaan (procurement). Makalah ini membahas hasil kajian mengenai kebijakan pengadaan yang terdapat pada perusahaan konstruksi (kontraktor). Kajian dilakukan melalui pendekatan studi kasus terhadap tiga kontraktor berkategori besar, dengan membatasi lingkup kajian pada proyek konstruksi bangunan  gedung. Jenis proyek bangunan gedung menjadi fokus penelitian karena pada proyek tersebut memiliki karakteristik bahwa kontraktor adalah pihak yang memiliki peran dominan dalam penyusunan mitra kerjanya selama tahap produksi konstruksi. Pola pengelolaan dan pola pengadaan yang dilakukan oleh ketiga kontraktor berbeda. Keragaman ini tentunya akan mempengaruhi jaringan  supply chain konstruksi yang terbentuk. Hal ini merupakan kebijakan perusahaan yang dapat dipandang sebagai keragaman strategi bisnis perusaahaan dalam menghadapi persaingan bisnis konstruksi. Pada makalah ini juga dibahas mengenai implikasi berbagai strategi tersebut terhadap tantangan perubahan perkembangan bisnis konstruksi di masa yang akan datang.  
Kata-kata Kunci: Supply chain, pengadaan, kontraktor pelaksana, proyek konstruksi, bangunan gedung
Penulis: Susilawati, Reini D. Wirahadikusumah
Kode Jurnal: jptsipildd050021

Artikel Terkait :