ANALISA PERBANDINGAN KERJASAMA PROYEK ANTARA SISTEM B.O.T DAN TURN KEY (Studi Kasus: Proyek Multy Investment PT. (Persero) Pos Indonesia)

Abstrak: Proyek jasa  konstruksi  memiliki  peran  penting  dalam  perkembangan pembangunan  nasional. Peran  penting  ini merupakan  tantangan  yang menuntut  hasil pekerjaan  konstruksi  berkualitas  baik.  Oleh  karena  itu  tata  tertib  penyelenggaraan proyek  jasa  konstruksi  harus  diatur  dengan  kontrak,  dimana  kontrak  merupakan perjanjian  antara  dua  pihak  atau  lebih  yang  terikat  oleh  hukum.  Umumnya  kontrak dilakukan  hanya  untuk perikatan  pelaksanaan  satu  jenis  pekerjaan  jasa  konstruksi dalam sebuah proyek. Tetapi kontrak dapat juga digunakan untuk pembangunan lebih dari satu jenis pekerjaan dalam satu proyek yang disebut Proyek Multy Investment.
Analisa ini membahas karakteristik dari kontrak B.O.T (Build Operate Transfer) dan Turn  Key  yang  kemudian  dilakukan  perbandingan  ditinjau  dari  segi  administrasi kontrak  dan  aspek  finansial.  Dari  segi  administrasi  kontrak,  perbandingan  kontrak B.O.T dan Turn Key mengacu pada standar kontrak FIDIC. Sedangkan aspek financial dilakukan analisa aliran kas keluar dan kas masuk (cash flow) selama umur ekonomis proyek/investasi  yaitu 20  (dua  puluh)  tahun.  Untuk  mengetahui  kelayakan  dan jumlah/keuntungan  investasi  digunakan  kriteria  penilaian  investasi  yaitu  dengan metode NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), dan IRR (Internal Rate Return).
Analisa  finansial  dari  kontrak B.O.T  pada  tingkat  suku  bunga  8%  diperoleh  NPV= +Rp.12.836.521.112,73  dan  BCR=  1,210973;  suku  bunga  10%  diperoleh  NPV= +Rp.9.663.942.582,50  dan  BCR=  1,161926;  suku  bunga  12%  diperoleh  NPV= +Rp.6.750.628.967,75  dan  BCR=  1,115084.  Nilai  IRR  diperoleh  sebesar  17,67840% dimana nilai ini lebih besar daripada tingkat suku bunga 8%, 10%, dan 12% per tahun, dengan  demikian  proyek  investasi  ini  layak  dilaksanakan.  Pada  kontrak Turn  Key (sewa)  pada  tingkat  suku  bunga  8%  diperoleh  NPV=  +Rp.120.097.400.848,82  dan BCR= 2,46743; suku bunga 10% diperoleh NPV= +Rp.77.282.215.410,74 dan BCR= 1,9547;  suku  bunga  12%  diperoleh  NPV=  +Rp.47.321.587.896,52  dan  BCR= 1,590572.  Nilai  IRR  diperoleh  sebesar  18,31581%  dimana  nilai  ini  lebih  besar daripada  tingkat  suku  bunga  8%,  10%,  dan  12%  per  tahun,  dengan  demikian  proyek investasi  ini layak  dilaksanakan.  Pada  kontrak Turn  Key  (jual)  pada  tingkat  suku bunga 8% diperoleh NPV= +Rp.58.941.119.568,47 dan BCR= 1,721056; suku bunga 10% diperoleh NPV= +Rp.52.579.999.728,98 dan BCR= 1,650291; suku bunga 12% diperoleh  NPV=  +Rp.46.795.288.855,17  dan  BCR=  1,58464.  Nilai  IRR  diperoleh sebesar 37,14001% dimana nilai ini lebih besar daripada tingkat suku bunga 8%, 10%, dan 12% per tahun, dengan demikian proyek investasi ini layak dilaksanakan.
Kata kunci: kontrak B.O.T, kontrak Turn Key
Penulis: Nyoman Martha Jaya
Kode Jurnal: jptsipildd080040

Artikel Terkait :