Upaya Meningkatkan Intensitas Berahi Pada Kerbau Dalam Hubungannya Dengan Peningkatan Angka Konsepsi Hasil Inseminasi Buatan
Intisari: Penelitian ini
bertujuan mengetahui hubungan
antara intensitas berahi
dengan peningkatan angka konsepsi
hasil inseminasi buatan
pada kerbau lokal.
Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kerbau betina lokal
milik peternak di desa Lampu’uk, Kuta Baro, Aceh Besar. Kerbau-kerbau
tersebut dibagi secara
acak atas 2
kelompok perlakuan, yang
masing-masing terdiri 5
ekor untuk kelompok
kontrol dan 10
ekor untuk kelompok
perlakuan. Kelompok
perlakuan mendapat prosedur
penyerentakan berahi dengan
CIDR-B, sedangkan kelompok kontrol
dibiarkan menampilkan berahi
secara alami. Inseminasi
pada kelompok kontrol dilakukan
berdasarkan permintaan peternak pada inseminator, sedang pada kelompok perlakuan,
inseminasi dilakukan 24 jam setelah CIDR-B dicabut. Pengukuran intensitas
berahi dilakukan pada saat inseminasi dengan cara skala skor yang dikembangkan
oleh Eerdenburg et al. (1996).
Kerbau-kerbau yang telah diinseminasi akan dideteksi kebuntingan pada
hari ke-21 pasca IB melalui
observasi tidak kembali
berahi dan palpasi
rektal pada hari
ke-90 pasca IB. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan
yang signifikan intensitas
berahi pada kelompok perlakuan dibanding
kelompok kontrol yakni
15,80+5,02 vs 2,60+4,34.
Hubungan antara intensitas berahi
dengan persentase kebuntingan
memperlihatkan korelasi yang
signifikan dengan angka korelasi 0,553.
Kata Kunci: Intensitas Berahi,
Kerbau, Inseminasi Buatan, CIDR-B
Penulis: Tongku N. Siregar
Kode Jurnal: jppeternakandd080050