Tingkat Adopsi Petani Terhadap Benih Padi (Oryza sativa L.) Bersertifikat dan Non-Sertifikat di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman
Sari: Penggunaan benih
bersertifikasi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap
peningkatan produktivitas padi. Oleh sebab itu, ketersedian benih unggul
bersertifikat bagi petani dalam melakukan kegiatan usaha tani merupakan syarat
mutlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani,
tingkat produktivitas, tingkat kualitas benih dan pendapatan petani terhadap
penggunaan benih padi bersertifikat dan non-sertifikat. Penelitian ini
dilaksanakan di empat desa yaitu Desa Purwomartani, Desa Selomartani, Desa
Tamanmartani, dan Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman,
dimana terdapat petani yang menggunakan benih padi bersertifikat dan
non-sertifikat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan
kuisioner terhadap petani yang menggunakan benih padi bersertifikat dan
non-sertifikat. Hasil wawancara diolah menggunakan likert dan kemudian
dilakukan skoring. Skoring yang diperoleh berbasis data dianalisis lanjut
dengan uji t menggunakan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat adopsi benih bersertifikat lebih rendah dibandingkan
non-sertifikat. Meski produktivitas dan pendapatan usaha tani untuk benih
bersertifikat ternyata lebih tinggi dibandingkan non-sertifikat. Pada
penelitian ini diperoleh data bahwa kualitas untuk benih bersetifikat lebih
rendah dibandingkan non-sertifikat dengan adanya kualitas benih bersertifkat
yang rendah menjadi penurunan tingkat adopsi pada benih bersertifikat.
Kata kunci:
Oryza sativa L,
sertifikat dan non-sertifikat, adopsi,
produktivitas, kualitas, pendapatan
Penulis: Novi Kumala Dewi,
Prapto Yudono, Jamhari
Kode Jurnal: jppertaniandd130209