STUDI TENTANG APLIKASI PUPUK NZP YANG DIPERKAYA DENGAN BORON (B) DAN MOLIBDENUM (Mo) PADA TANAH ULTISOL
Abstract: Pupuk
NZP-Plus merupakan pupuk yang dibuat dari bahan deposit zeolit alam dan batuan
fosfat alam (BFA), gambut, yang dikombinasikan dengan ZA dan lempung tipe 2 : 1
jenis montmorillonite sebagai bahan penyemen (cementing agent). Hasil
penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa formulasi pupuk NZP yang terdiri atas :
30,02 % ZA, 38,30 % zeolit tanpa aktivasi, 29,24 % BFA, dan 2,44 % lempung tipe
2 :1 cukup efektif dan efisien dalam penyediaan unsur hara N dan P. Terutama
untuk aplikasi pada tanah marginal masam seperti tanah ultisol, formulasi pupuk
NZP perlu diperkaya dengan beberapa unsure mikro, seperti B dan Mo, sehingga
menjadi NZP-Plus. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengkaji karakteristik
kimia bahan yang digunakan untuk pembuatan formulasi pupuk NZP-Plus; dan 2)
Menentukan takaran unsur hara mikro B dan Mo yang tepat sebagai dasar penentuan
formulasi pupuk NZP-Plus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah,
Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan
penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan,
yaitu takaran B dan Mo, masing-masing terdiri atas 5 aras takaran, yaitu Mo :
0,0; 0,1; 0,2; 0,3, dan 0,4 ppm; dan B: 0,0; 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 ppm,
sehingga diperoleh 25 kombinasi perlakuan. Perlakuan diulang 3 kali, maka
diperoleh 75 unit percobaan. Percobaan menggunakan tanah ultisol yang diberi
pupuk dasar NZP setara 25 kg N/ha, dan 50 kg K2O/ha. Setiap perlakuan dicampur
secara homogen dengan tanah kemudian diinkubasikan dalam pot pada kondisi
kapasitas lapang selama 1 minggu. Benih kedelai ditanam, sebanyak 6 benih,
setelah tanaman berumur 2 minggu disisakan 3 tanaman pada setiap pot. Selama
percobaab kadar lengas tanah dipertahankan pada kondisi kapasitas lapang.
Variabel yang diamati mencakup : 1) beberapa sifat kima tanah, 2) serapan hara
dan 3) pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pupuk ZA
sebagai sumber unsur hara N di dalam pupuk mempunyai kandungan N 23.22 % N dan
bersifat masam, pH 4,50 dan kandungan sulfat yang cukup tinggi 9,49 % SO42-; 2)
Batuan fosfat alam sebagai sumber unsur hara P mengandung P cukup tinggi, yaitu
34,64 % P2O5. BFA mempunyai reaksi basis dan DHL yang tinggi, menunjukkan
adanya kation-kation yang dilepaskan ke dalam larutan, khususnya Ca2+ sehingga
akan meningkatkan kejenuhan basa tanah ultisol; 3) Zeolit alam deposit
Cikancra, Tasikmalaya, Jawa Barat mempunyai KPK yang tinggi, yaitu 159,87
cmol(+).kg-1, cukup efektif untuk menjerap dan menukarkan kation-kation di
dalam larutan tanah; 4) Takaran B sebesar 2,0 ppm dan Mo 0,2 ppm paling
berpengaruh terhadap variabel tanaman; 5) Takaran B sebesar 1,5 ppm dan Mo 0,3
ppm paling berpengaruh terhadap B tersedia tanah dan serapan B oleh tanaman
kedelai; dan 6) Takaran Mo yang digunakan sebagai dasar perhitungan pada
perakitan pupuk NZP-Plus adalah 0,2 ppm Mo dan takaran B adalah 1,5 ppm B.
Kata kunci:
Pupuk NZP, Boron, Molibdenum, tanah ultisol, pupuk NZP-Plus
Penulis:
Bondansari
Kode Jurnal: jppertaniandd110093