STUDI GENETIK PADA TANAMAN CABAI MERAH TAHAN VIRUS CMV
Abstract: Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan dua virus penting yang
menginfeksi cabai di Asia dan telah dilaporkan tersebar luas di Indonesia.
Salah satu strategi untuk mengendalikan kedua virus tersebut adalah penggunaan
varietas tahan. Perakitan varietas tahan CMV akan lebih mudah jika tersedia
informasi kendali genetik karakter yang diinginkan. Studi genetik untuk
mempelajari parameter genetik suatu sifat, menduga nilai daya gabung, menduga
nilai heterosis dan menduga nilai heritabilitas dapat dilakukan menggunakan
analisis silang setengah dialel. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menduga
nilai daya gabung umum dan daya gabung khusus karakter ketahanan terhadap CMV
dan karakter hortikultura dan 2) menduga nilai heterosis dan heritabilitas
karakter ketahanan terhadap CMV dan karakter hortikultura. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan nilai DGU intensitas penyakit, genotip G6321
dan Jatilaba dapat dijadikan tetua ketahanan terhadap CMV; 2) Berdasarkan
nilai DGU karakter tinggi tanaman,
panjang buah, diameter buah dan bobot buah pertanaman genotip G9854, Randu dan
G3257 dapat digunakan untuk tetua dalam perbaikan karakter tersebut; 3)
Berdasarkan pendugaan daya gabung khusus, nilai heterosis dan nilai rata-rata
dengan karakter intensitas penyakit dan bobot buah per tanaman sebagai
pertimbangan utama maka genotip G3257 x X4271, X4271 x Jatilaba memiliki
potensi dijadikan genotip tahan penyakit CMV dan berproduksi tinggi; 4) Nilai
pendugaan heritabilitas arti luas untuk karakter yang diamati tergolong tinggi
tetapi heritabilitas arti sempit tergolong rendah sampai sedang; dan 5) Sifat
ketahanan terhadap virus CMV dipengaruhi tetua betina.
Kata kunci: cabai merah, genotip, studi genetik, ketahanan virus CMV
Penulis: Agus Riyanto, Noor Farid, Darini Sri Utari
Kode Jurnal: jppertaniandd100100