Sebaran Ikan Tuna Berdasarkan Suhu dan Kedalaman di Samudera Hindia
Abstract: Suhu dan kedalaman
perairan memberikan pengaruh yang paling kuat dan utama terhadap penyebaran
ikan tuna. Kenaikan suhu rata-rata global pada permukaan bumi turut
mempengaruhi kenaikan suhu permukaan laut.
Tulisan ini bertujuan
untuk menganalisis sebaran
ikan tuna berdasarkan
suhu dan kedalaman penangkapan rawai tuna di Samudera
Hindia. Penelitian dilakukan 9 trip observasi mulai Juni 2007 sampai Januari
2010. Hasil penelitian dengan menggunakan alat minilogger menunjukkan ikan tuna
jenis yellowfin didominasi 80 % berukuran >100 cm tertangkap pada kedalaman
85,73-167,80 m dengan suhu 22,20- 26,40 °C, bigeye didominasi 60 % berukuran
>100 cm tertangkap pada kedalaman 193,97-470,12 m dengan suhu 8,35-15,30 °C,
albacore didominasi 64 % berukuran >100 cm pada kedalaman 85,73-124,74 m
dengan suhu 21,41-26,40 °C dan bluefin berukuran >100 cm tertangkap pada
kedalaman 190,15-194,21 m dengan suhu 14,99-15,12 °C. Suhu dan kedalaman
sebaran tuna jenis yellowfin dan albacore memiliki kesamaan yaitu pada level
lapisan permukaan, hal ini menunjukkan perairan tropis merupakan daerah yang
cocok untuk menangkap yellowfin dan albacore di Samudera Hindia.
Kata kunci: Tuna, suhu dan
kedalaman, rawai tuna, Samudera Hindia
Penulis: Abram Barata, Dian
Novianto, Andi Bahtiar
Kode Jurnal: jpperikanandd110034