PEWARISAN SIFAT PANJANG POLONG PADA PERSILANGAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) KULTIVAR FLO DAN KULTIVAR RICH GREEN
ABSTRAK: Persilangan buncis
kultivar FLO yang mempunyai hasil rendah dan kultivar Rich Green yang mempunyai
hasil tinggi telah dilakukan di Wonogiri , Jawa Tengah dan Lembang, Jawa Barat
sejak bulan September 2002 sampai
bulan November 2004.
Penelitian bertujuan untuk
mempelajari pewarisan sifat
panjang polong. Parameter yang
diamati adalah panjang
polong. Penelitian dilakukan
tiga tahap :
(1). Pembentukan F1
yaitu persilangan antara FLO (P1) dengan Rich Green (P2) dan persilangan
resiproknya (F1r). (2). Pembentukan F2 yaitu dari
F1 yang diselfing,
pembentukan BC11 yang merupakan persilangan
antara F1 dengan
P1 dan pembentukan BC12 yaitu
persilangan dari F1 dengan P2. (3). Evaluasi P1, P2, F1, F2, BC11 dan BC12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat panjang polong diwariskan secara
kuantitatif, dikendalikan oleh banyak gen (poligenik). Nilai duga heritabilitasnya tergolong tinggi dan
nilai duga kemajuan genetiknya cukup tinggi. Tidak terdapat pengaruh
tetua betina dalam pewarisan sifat
panjang polong, Sifat
panjang polong dikendalikan oleh gen-gen di dalam inti.
Kakta kunci: buncis, pewarisan
sifat, panjang polong, heritabilitas, kemajuan genetic
Penulis: Joko Pinilih dan
Sartono Putrasamedja
Kode Jurnal: jppertaniandd080077