PERUBAHAN SOSIAL PETAMBAK DI KELURAHAN KARANGANYAR KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial petambak dalam 25 tahun (1986–2011)
dan faktor-faktor penyebab perubahan tersebut di Kelurahan Karanganyar
Kecamatan Tugu Semarang. Penelitian menggunakan metode sensus terhadap kelompok
responden petambak yang masih aktif dan mantan petambak, yang masing-masing
berjumlah 31 orangpetambak aktif dan 12 orangmantan petambak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur sosial, organisasi, dan
kegiatan ekonomi petambak dalam seperempat abad terakhir. Lapisan kaya saat
penelitianini dilakukan(2011) adalah pemilik tambakyang lahannya sudah dijual
ke pabrik, tetapi masih dapat digarap sendiri dan pemilik tambak yang lahannya
belum dijual ke pabrik, tetapi masih ada orang yang menyewa. Lapisan menengah
yaitu penggarap yang memiliki luas garapan besar (>2 ha). Lapisan miskin terdiri
atas buruh tambak, pemilik tambak yang lahan tambaknya belum dijual ke pabrik
tetapi tidak ada orang yang menyewa, dan penggarap yang memiliki luas garapan
kecil (< 2 ha). Organisasi yang terbentuk adalah dua kelompok petambak.
Golongan pemilik dan penggarap sebagian besar menjadi wirausahawan, sedangkan
golongan buruh menjadi buruh pabrik. Perubahan tata guna lahan dari kawasan
tambak menjadi kawasan industri, penurunan produktivitas tambak, serta tingkat
abrasi pantai yang sangat tinggi menjadi faktor penting perubahan sosial
tersebut. Strategi adaptasi yang didukung oleh rekayasa sosial (social
engineering) diperlukan untuk menanggapi berbagai perubahan tersebut.
Keywords: karanganyar,
perubahan sosial, petambak, semarang
Penulis: Tika Wulandari, Hery
Saksono, Suadi
Kode Jurnal: jpperikanandd110054