Perubahan Fraksi P-Inorganik dan P-Organik Pada Bahan Tanah Gambut Yang Diaplikasi Dengan Fosfat Alam Pada Kondisi Kapasitas Lapang dan Tergenang

ABSTRAK: Tingginya kemasaman tanah gambut terutama disebabkan oleh konsentrasi ion H+  tinggi. Ion H+  berperan menggantikan kedudukan kation seperti K+, Na+, Ca2+ and Mg2+ dalam struktur mineral/batuan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, IPB. Tanah gambut diambil dari Riau, pada tingkat kematangan hemik. Fosfat alam sebagai sumber P dan Fe yang digunakan adalah berasal dari Huinan China, Christmas Island dan PT Petrokimia Gresik, secara berturut-turut mengandung 32,65; 31,28 and 25,02% P2 O5  dan 2,28; 11,19 dan 18,72% R2 O3   (Fe2 O3  + Al2 O3 ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari  perubahan bentuk-bentuk fraksi P mudah labil, agak labil dan tidak labil pada tanah gambut setelah diinkubasi dengan pemberian fosfat alam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fosfat alam pada tanah gambut meningkatkan P mudah labil, agak labil dan tidak labil. Peningkatan P tidak labil dan agak labil semakin tinggi dengan semakin tingginya kandungan Fe dalam fosfat alam. Hasil juga  menunjukkan bahwa fosfat alam  yang  ditambahkan ke  tanah  gambut  yang kehilangan  P dalam jumlah tinggi, meningkat  dengan urutan  fosfat alam dari Huinan Cina  >  Christmas  Island  > PT Petrokimia Gresik.  Kehilangan P ditentukan oleh peningkatan ekstraksi air dan waktu inkubasi dengan pola tiga jenis fosfat alam serupa.
Kata kunci: tanah gambut, bentuk fraksi p, batuan fosfat
Penulis: Nelvia, Supiandi Sabiham dan Iswandi Anas
Kode Jurnal: jppertaniandd120137

Artikel Terkait :