PENGEMBANGAN HUTAN PINUS MASYARAKAT BERBASIS KEMITRAAN SEBAGAI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN

ABSTRAK: Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki area hutan yang relative luas, dan termasuk hutan masyarakat. Hutan masyarakat dalam beberapa tahun telah ditanami dengan pohon pinus, populasi pohon pinus dan sebagainya di daerah ini berkisar 400.000 pohon. Sebagian besar dari populasi tersebut tidak digunakan secara optimal oleh masyarakat, sehingga perlu adanya usaha untuk mengiplementasikan pengembangan potensi tersebut. Salah satu bentuk pengembangan yang dapat dilakukan adalah pemrosesan getah pohon pinus menjadi produk Gondorukem, di mana Gondorukem adalah salah satu jenis bahan material dasar industry, termasuk industry batik sebagai sektor industri yang potensial di Kabupaten Pekalongan. Dalam upaya untuk menyelesaikan masalah pada penelitian ini, menggunakan pendekatan klaster industry. Pendekatan ini menggunakan alat bantu dan perangkat data proses, termasuk analisa internal dan eksternal komunitas lingkungan hutan pinus, analisa SWOT, penentuan keputusan menggunakan Analitycal Network Process (ANP), analisa Competitiveness Diamond, dan model formulasi strategi berdasar analisa sebelumnya dan analisa pendukung. Dari beberapa perangkat diharapkan untuk memperoleh formulasi strategi yang tepat dan pelaksanaan pengembangan potensi hutan pinus publik di Kabupaten Pekalongan dalam rangka mendukung peningkatan daya saing Kabupaten Pekalongan.
Kata kunci: hutan masyarakat, gondorukem, klaster industry, analisa SWOT, analitycal network process (ANP)
Penulis: HERU PRASTAWA, ZAINAL FANANI R., DAN HERY SULIANTORO
Kode Jurnal: jpkehutanandd100001

Artikel Terkait :