PENGARUH SUPLEMENTASI FETAL CALF SERUM TERHADAP KEMAMPUAN MATURASI IN VITRO OOSIT SAPI
INTISARI: Penelitian ini
memanfaatkan hasil samping rumah potong hewan (RPH) sebagai sumber oosit
untuk in vitro fertilization (IVF).
Untuk meningkatkan keberhasilan IVF dilakukan suplementasi fetal calf serum
(FCS) pada medium maturasi in vitro.
Ovarium sapi dari RPH dibawa ke laboratorium dalam medium NaCl 0,9% pada suhu
31-34ºC. Selanjutnya oosit diaspirasi menggunakan syringe 3 ml dan jarum 23 G
yang berisi Dulbeco’s-Phosphate Buffer Saline (DPBS), kemudian dimaturasikan
pada inkubator CO2 modifikasi dalam medium
Tissue Culture Medium-199 (TCM-199) (CO2 5%, kelembaban 99% dan suhu
37-39ºC). Oosit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (TCM-199) dan
kelompok perlakuan (TCM-199 + 10% FCS). Angka maturasi dianalisa dengan Chi-Square, sedangkan kualitas oosit
dianalisis secara deskriptif. Maturasi
oosit sapi pada kelompok perlakuan berbeda nyata (P≤0,05) dibandingkan
kelompok kontrol (55,22% vs 40,09%). Penggunaan 10% FCS pada medium maturasi
dapat menghasilkan kualitas oosit matur yang lebih baik dibandingkan kelompok
kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan 10% FCS suplementasi dapat
meningkatkan kemampuan maturasi oosit sapi in vitro.
Kata kunci: Fetal calf serum,
Kultur oosit, Maturasi in vitro, Oosit sapi
Penulis: Denvy Meidian Daoed,
Nono Ngadiyono, dan Diah Tri Widayati
Kode Jurnal: jppeternakandd130049