PENGARUH FOTOPERIODESITAS, ASAM INDOL ASETAT, DAN FOSFOR TERHADAP DAYA SIMPAN BENIH KEDELAI PADA MUSIM HUJAN DAN KEMARAU

ABSTRAK: Kegiatan lapangan dilaksanakan pada musim hujan dan kemarau di Balai Benih Induk Palawija, Sebapo, Jambi dan kegiatan laboratorium dilaksanakan di Balai Besar Pascapanen di Bogor dari bulan November 2010 sampai November 2011. Rancangan percobaan yang di-gunakan berbentuk faktorial yang disusun secara split-split plot tiga faktor, yaitu foto-periodesitas (12 jam dan 14 jam 54 menit) sebagai petak utama, konsentrasi IAA (0, 75, dan 150 ppm) sebagai anak petak, dan dosis fosfor (0, 60, dan 120 kg P2O5 ha-1) sebagai anak-anak petak. Parameter yang diamati adalah cadangan makanan (karbohidrat, protein, dan lemak), daya kecambah, kecepatan berkecambah serta laju respirasi setelah benih disimpan selama tiga bulan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fotoperiodesitas 14 jam 54 menit yang dikombinasikan dengan  IAA 75 ppm, dan P2O5 75 kg ha-1 meningkatkan mutu dan daya hidup dengan indikator peningkatan produksi benih dari 4,07 menjadi 14,21 g tanaman-1; peningkatan kandungan protein, karbohidrat, dan lemak berturut-turut 40,15%, 32, 23%, dan 14,21%; daya kecambah lebih dari 85%; dan kecepatan berkecambah 31,18 %KN etmal-1. Mutu dan daya hidup benih yang diproduksi pada musim kemarau lebih baik dibandingkan musim hujan. 
Kata Kunci: Fotoperiodesitas, IAA, fosfor, dan daya simpan
Penulis: Rudi Hartawan
Kode Jurnal: jppertaniandd110126

Artikel Terkait :