Pendapatan Usaha Pemeliharaan Sapi Bali di Kabupaten Muaro Jambi
Intisari: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan
Return Cost Ratio
(R/C) usaha pemeliharaan sapi
Bali di Kabupaten
Muaro Jambi. Metode
penelitian menggunakan metode
survey, dengan objek penelitian peternak
sapi Bali Program PMUK kelompok tani Tunas Jaya di Desa Kebun IX Kabupaten
Muaro Jambi. Jumlah responden penelitian
adalah 11 peternak sapi Bali yang
diperoleh secara sensus.
Analisa yang digunakan
adalah analisa deskriptif. Untuk mengetahui
pendapatan dan Return
Cost Ratio (R/C)
dari usaha pemeliharaan
sapi Bali menggunakan analisa
pendapatan (Rahim, 2007).
Curahan jam kerja
yang digunakan dalam kegiatan pemeliharaan ternak sapi maka digunakan
standar jam kerja pria (JKP) menurut Siregar (1996). Sedangkan
biaya kandang dan
peralatan dilakukan perhitungan
penyusutan kandang. Hasil analisa
menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak
sapi Bali dari 11 responden (100%) masih merupakan usaha
sampingan, dan termasuk
kategori pola usaha
tani keluarga, dengan kepemilikan ternak sapi rata-rata 5,61 ST/peternak. Peternak dalam memelihara
sapi masih dalam usia rata-rata yaitu 43,64 th
(29-65) tahun sehingga
masih termasuk tenaga
kerja usia produktif. Berdasarkan hasil
penelitian bahwa usaha
pemeliharaan ternak sapi
Bali pada Kelompok
Tani Tunas Jaya dapat
memperoleh pendapatan positif
yakni rata-rata sebesar
Rp. 4.950.953,65,-/tahun/peternak atau
rata-rata sebesar Rp. 412.579,47.-/bulan/peternak. Sedangkan perbandingan
(nisbah) antara penerimaan dan biaya (Return Cost Ratio (R/C)) yakni pendapatan
sebesar Rp. 272.302.450,-/periode dengan
pengeluaran (biaya) pemeliharaan
Rp. 218.751.550,-/periode adalah dengan
ratio 1,24. Hal
ini memberikan pengertian
bahwa setiap modal
Rp 100,- maka akan menghasilkan
pendapatan sebesar Rp 124,-
Kata Kunci: Sapi Bali,
penerimaan, pengeluaran, pendapatan, return ost Ratio (R/C)
Penulis: Darlim Darmawi
Kode Jurnal: jppeternakandd110052