KONTRIBUSI EKSKRESI BASAL PURIN TERHADAP TOTAL EKSKRESI DERIVAT PURIN DALAM URIN KAMBING BLIGON DAN KEJOBONG
ABSTRACT: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontribusi ekskresi basal terhadap total
ekskresi derivat purin dalam urin kambing Kejobong dan Bligon. Percobaan ini
didesain menggunakan Independent Student t-test untuk membandingkan ekskresi
derivat purin keturunan kambing yang berbeda. Pakan yang diberikan adalah
jerami kacang tanah (rendeng). Kambing jantan Bligon dan Kejobong masing-masing
6 ekor digunakan dalam penelitian ini. Percobaan ini dibagi menjadi 3 periode
yaitu periode adaptasi selama 14 hari, periode koleksi pada saat ternak diberi
pakan ad libitum selama 7 hari, dan periode koleksi pada saat ternak
dipuasakan. Penentuan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein
kasar (PK), serat kasar (SK), dan ekstrak eter (EE) dilakukan dengan metode
analisis proksimat untuk pakan, sisa pakan, dan feses. Pada sampel urin yang
diambil saat ternak diberi pakan ad libitum dan dipuasakan dilakukan pengukuran
derivat purin yaitu alantoin, asam urat, xantin, dan hipoxantin. Hasil
penelitian memperlihatkan konsumsi BK, BO, PK, SK, dan EE menunjukkan perbedaan
yang tidak nyata. Nutrien tercerna BK, BO, PK, SK, dan EE juga menunjukkan
perbedaan yang tidak nyata. Volume urin kambing Kejobong dan Bligon pada
pemberian pakan secara ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05),
dengan rerata kambing Kejobong 953,84 dan Bligon sebesar 762,69 ml/hari. Total
ekskresi alantoin dan asam urat kambing Kejobong cenderung lebih tinggi
daripada Bligon, sedangkan untuk total ekskresi xantin dan hipoxantin
menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Total ekskresi derivat purin pada
saat pakan ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), rerata
kambing Kejobong 117,96±16,43 μmol/W0,75/hari dan Bligon 72,40±4,53
μmol/W0,75/hari. Volume urin pada saat dipuasakan menunjukkan perbedaan yang
tidak nyata. Rerata volume urin kambing Kejobong 233,04 dan Bligon 201,75
ml/hari. Total ekskresi alantoin kambing Kejobong pada saat dipuasakan
cenderung lebih rendah dibanding Bligon, namun untuk total ekskresi asam urat
cenderung lebih tinggi kambing Kejobong dibanding Bligon. Total ekskresi xantin
dan hipoxantin menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Total ekskresi derivat
purin kambing Bligon pada saat dipuasakan lebih tinggi dari kambing Kejobong,
dengan rerata kambing Kejobong 18,85±4,45 μmol/W0,75/hari, dan Bligon sebesar
19,33±2,28 μmol/W0,75/hari. Derivat purin endogen kambing Kejobong 0,018
μmol/W0,75 sedangkan Bligon 0,019 μmol/W0,75. Efisiensi sintesis protein
mikrobia kambing Kejobong adalah 0,07 g N mikrobia/hari, sedangkan Bligon 0,04
g N mikrobia/hari dengan BK nutrien tercerna hampir sama. Kontribusi ekskresi
basal derivat purin terhadap total ekskresi derivat purin kambing Kejobong
15,98%, sedangkan Bligon 26,70%.
Kata kunci: Ekskresi, Derivat purin,
Kambing Bligon, Kejobong
Penulis: Catur Suci Purwati,
Lies Mira Yusiati, Subur Priyono Sasmito Budhi
Kode Jurnal: jppeternakandd130033