EFEK SISTEM IRIGASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA POTONG MAWAR
ABSTRAK: Penelitian dilakukan
di Rumah Plastik Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias dari Mei sampai
dengan Desember 2008. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan acak kelompok
pola petak terbagi (2 x 2) dengan 8 ulangan. Petak utama (A): terdiri atas 2
taraf irigasi yaitu :I1 = Irigasi berdasarkan pembacaan tensiometer pada taraf
-150 hPa dan I2 = Irigasi berdasarkan
pembacaan tensiometer pada taraf -300 hPa. Anak petak 2 cara pemberian air, yaitu drip menggunakan
(a) belalai (spaghetti) dan (b) mikro sprinkler yang dipasang 1/2 m di atas
guludan. Kultivar mawar menggunakan Red
Baron yang ditempel pada batang bawah kultivar Multic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada
perbedaan yang nyata antara taraf irigasi maupun cara pemberian air terhadap
tinggi tanaman, diameter batang, panjang tangkai bunga, diameter kuncup bunga
dan panjang ruas. Cara pemberian air
mikro sprinkle menghasilkan produksi bunga nyata lebih banyak dengan vase life
lebih lama dibandingkan dengan cara pemberian air sistem belalai, yaitu masing–masing 52,75 bunga plot-1 dan
12,79 hari. Pada umumnya intensitas embun tepung lebih rendah pada – 300 hPa
dengan sistem belalai.
Kata kunci: Mawar, irigasi,
tensiometer, cara pemberian air
Penulis: Sri Wuryaningsih, Y.
Nasihin dan Y.Sulyo
Kode Jurnal: jppertaniandd110133