APLIKASI OLAH TANAH KONSERVASI DAN PUPUK N PADA ENTISOL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP SERAPAN NPK TANAMAN JAGUNG
ABSTRAK: Sistem olah
tanah konservasi (OTK)
penting untuk diteliti
keberadaannya, karena dapat
memberikan kontribusi
terhadap sistem pertanian
berkelanjutan di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui serapan NPK dan
produksi varietas jagung DK 8652 pada sistem olah tanah konservasi di tanah
Entisol Klaten. Penelitian dilaksanakan
pada tanah Entisol yang telah
disawahkan pada musim kemarau setelah
panen padi di Kecamatan Ketandan Kabupaten Klaten.
Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) pola Split Plot 3x5x3.
Sebagai petak utama adalah Olah Tanah Konservasi (OTK), yang terdiri atas 3
level yaitu: (1) TOT (Tanpa Olah Tanah), (2) OTM (Olah Tanah Minimum), (3) OTS
(Olah Tanah Sempurna). Sebagai anak
petak adalah dosis pupuk urea yaitu berturut-turut: 0, 200, 300, 400 dan 500
kg/ha atau setara dengan 0, 92, 138, 184 dan
230 kg N/ha.
Sebagai pupuk dasar
adalah 150 kg/ha
SP 36 dan
100 kg/ha KCl.
Hasil penelitian menunjukkan,
bahwa serapan N tertinggi dicapai oleh OTM pada dosis urea 200 dan 300 kg/ha,
diikuti TOT dan OTS. Serapan P tertinggi
dicapai oleh OTS
pada dosis urea
400 kg/ha. Serapan K
tertinggi dicapai oleh TOT pada dosis urea 200 kg/ha. Produksi
jagung tertinggi dari semua sistem OTK
pada dosis urea 400 kg/ha, berarti serapan NPK oleh jagung DK 8652 paling
efektif pada dosis urea 400 kg/ha.
Kata kunci: Olah tanah
konservasi, serapan NPK
Penulis: S. Setyo Wardoyo
Kode Jurnal: jppertaniandd080079